Kebakaran hebat melanda sebuah restoran atau Rumah Makan Parantina yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan, Baros, Kota Sukabumi. Peristiwa itu diawali suara percikan sebelum api dengan cepat membesar dan melalap bangunan serta satu kendaraan mobil.
Saksi sekaligus pegawai restoran, M Razkia mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui saat muncul asap dari bagian belakang bangunan. Ia sempat berusaha memadamkan api, namun kobaran sudah terlanjur membesar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pas ke belakang sudah ada asap, awalnya saya ke dapur matiin kompor. Saya mau ambil air apinya sudah gede, sudah merembet. Jadi apinya dari samping belakang," kata Razkia di lokasi kejadian, Selasa (27/1/2026).
Ia memastikan tidak terdengar suara ledakan saat kebakaran terjadi. Menurutnya, hanya terdengar suara percikan sebelum api membesar.
"Nggak ada suara ledakan, percikan 'terektek-tek' gitu doang. Pas keluar asap, saya ke dapur matiin kompor, pas ke depan lagi apinya sudah gede," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Sukabumi, Ujang Rustiandi menyebut, laporan kebakaran diterima dari warga sekitar, bukan dari pemilik restoran.
"Kronologisnya kami dapat laporan dari warga, bukan dari pemiliknya, bahwa terjadi kebakaran di rumah makan ini. Respons kami sekitar lima menit," ujar Ujang.
Terkait penyebab kebakaran, Ujang mengaku pihaknya belum bisa memastikan. Dugaan awal masih mengarah pada korsleting listrik, namun hal tersebut masih perlu penyelidikan lebih lanjut.
"Untuk dugaan sementara kami juga masih bingung apakah dari korsleting listrik atau faktor lain. Karena kejadiannya cepat, api sudah langsung besar," jelasnya.
Menurut informasi yang diterima petugas, titik api diduga berasal dari bagian belakang bangunan sebelum merambat ke bagian depan restoran.
"Informasi dari masyarakat memang api berasal dari belakang. Makanya ketika kami datang, api sudah sampai ke depan," katanya.
Dalam peristiwa tersebut, api menghanguskan bangunan restoran, satu unit mobil pribadi milik keluarga, serta sejumlah peralatan dapur.
"Objek yang terbakar itu restoran, satu mobil pribadi keluarga, bangunan, kendaraan, dapur termasuk peralatan-peralatannya," tambah Ujang.
Petugas belum memastikan apakah saat kejadian terdapat pengunjung di dalam restoran. Proses pemadaman berlangsung cukup lama hingga api benar-benar padam.
"Kami belum dapat informasi apakah ada pengunjung di dalam saat kejadian. Untuk pemadaman sekitar satu jam 45 menit. Kami kerahkan lima unit, dibantu dari kabupaten," pungkasnya.
(sud/sud)
