Pasar Pananjung Bertahan di Tengah Ketidakpastian Revitalisasi

Pasar Pananjung Bertahan di Tengah Ketidakpastian Revitalisasi

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Kamis, 26 Feb 2026 21:00 WIB
Pasar Pananjung Pangandaran
Pasar Pananjung Pangandaran (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar)
Pangandaran -

Revitalisasi Pasar Pananjung hingga kini masih menjadi harapan besar bagi para pedagang. Pasalnya, pasar ini merupakan pusat perbelanjaan utama di jantung kota Pangandaran dengan lokasi strategis di dekat objek wisata Pantai Pangandaran.

Namun, rencana revitalisasi total pasar tersebut belum menemui titik terang. Kondisi fisik Pasar Pananjung saat ini sangat mengkhawatirkan.

Beberapa titik bangunan mulai lapuk dan membahayakan, baik bagi pengunjung maupun pedagang. Dampak dari kondisi tidak layak ini bahkan membuat sejumlah pedagang terpaksa gulung tikar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida, menegaskan bahwa Pasar Pananjung merupakan pasar induk sehingga menjadi prioritas utama untuk direvitalisasi.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, ia menilai, dibandingkan dengan pasar tradisional lainnya seperti Parigi atau Kalipucang, kondisi bangunan di Pananjung secara umum masih cukup bertahan.

"Kami sudah membahas rencana revitalisasi Pasar Pananjung dengan Sekda. Kemungkinan besar perbaikan akan difokuskan terlebih dahulu pada akses jalan atau drainase," ujar Tedi, Kamis (26/2/2026).

Pasar Pananjung PangandaranPasar Pananjung Pangandaran Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar

Tedi menambahkan, untuk struktur bangunan kios dan jongko, pihaknya menilai masih cukup kuat untuk beberapa tahun ke depan. Adapun pengerjaan teknis terkait jalan dan drainase nantinya Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR) akan mengerjakan.

"Untuk pengukuran dan pengerjaan teknis, kewenangannya ada di Dinas PUPR," terangnya.

Pemerintah daerah telah memperjuangkan anggaran revitalisasi ini sejak masa kepemimpinan Bupati sebelumnya, namun anggaran yang dibutuhkan belum berhasil dikumpulkan. Oleh karena itu, pemerintah daerah memilih langkah realistis dengan memprioritaskan sarana prasarana penunjang.

"Kami fokus dulu pada perbaikan jalan. Rencananya tidak menggunakan hotmix, melainkan aspal lapen dengan estimasi biaya ratusan juta rupiah," ucap Tedi.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads