Ai Siti Maryati, masih diliputi tanda tanya soal jasad cucunya yang hingga saat ini belum juga ada kejelasan. Ya, cucunya merupakan salah satu korban dalam longsor yang menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Di tanggal 24 Januari, longsor yang menerjang tiga kampung di desa itu, menewaskan 80 warga. Tujuh di antaranya merupakan keluarga Ai. Namun sebulan berlalu, jasad cucunya, Muhammad Azwar (6), tak kunjung ditemukan.
Di kala jasad enam anggota keluarganya sudah ada di dalam liang lahad TPU Tanah Mati, Kampung Barunyatuh, Desa Pasirlangu, hanya jasad Azwar saja yang tak ada kejelasan. Ai tak berhenti menerka-nerka, apakah jasad cucunya belum ditemukan atau tak teridentifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di hari Jumat (27/2/2026), Ai dan anggota keluarganya yang lain datang ke prosesi pemakaman massal 10 korban longsor tanpa nama. Ia berharap satu di antaranya ialah jasad sang cucu, kalaupun tak ada ia menjalankan perintah agama mengantarkan sesama muslim ke peristirahatan terakhirnya.
"Cucu saya Muhammad Azwar, 6 tahun, belum ditemukan. Keluarga saya yang jadi korban itu 7 orang, kalau yang 6 orang sudah dimakamkan. Jadi sisa 1 lagi," kata Ai, Minggu (1/3/2026).
Ai sebetulnya sudah ikhlas. Jika memang tubuh bocah yang ia sayangi itu masih di dalam tanah longsor, ia cuma berharap bisa segera ditemukan. Tak berhenti ia mendoakan agar tubuh Azwar bisa segera diserahkan ke pihak keluarga.
"Ya mau bagaimana lagi, sebetulnya sudah ikhlas tapi kan tetap inginnya dimakamkan dengan baik," kata Ai.
Jika Azwar ada di antara sepuluh tubuh yang disemayamkan secara massal dalam satu lubang, kelak jika sudah muncul identitasnya hasil dari identifikasi Tim Dissaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat, akan jadi kelegaan keluarga.
"Mudah-mudahan seperti itu (ada di antara 10 jasad tanpa nama). Tapi keluarga sudah mewakilkan makam Azwar dengan segenggam tanah dari lokasi longsor," ujar Ai.
(yum/yum)