Pria Sukabumi Ngamuk Bawa Kapak Usai Foto Diam-diam Wanita di Angkot

Pria Sukabumi Ngamuk Bawa Kapak Usai Foto Diam-diam Wanita di Angkot

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 12 Mar 2026 12:00 WIB
TOKYO, JAPAN - JULY 16:  A man uses his smartphone on July 16, 2014 in Tokyo, Japan. Only 53.5% of Japanese owned smartphones in March, according to a white paper released by the Ministry of Communications on July 15, 2014. The survey of a thousand participants each from Japan, the U.S., Britain, France, South Korea and Singapore, demonstrated that Japan had the fewest rate of the six; Singapore had the highest at 93.1%, followed by South Korea at 88.7%, UK at 80%, and France at 71.6%, and U.S. at 69.6% in the U.S. On the other hand, Japan had the highest percentage of regular mobile phone owners with 28.7%.  (Photo by Atsushi Tomura/Getty Images)
Ilustrasi memegang ponsel (Foto: Atsushi Tomura/Getty Images)
Sukabumi -

Jagat media sosial dihebohkan dengan rekaman video aksi seorang pria paruh baya yang mengamuk hingga mengacungkan sebilah kapak kecil ke arah seorang wanita di pinggir jalan raya. Peristiwa mencekam ini diketahui terjadi di depan kantor BPR Supra, Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan penelusuran detikJabar, peristiwa itu terjadi pada Rabu (11/3/2026). Aksi nekat pria tersebut dipicu rasa tidak terima saat diminta menghapus foto-foto korban yang diambil secara diam-diam (candid) saat berada di dalam angkutan kota (angkot).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video yang diterima detikJabar dari korban, pria paruh baya berjaket dan bercelana panjang hitam itu tampak sangat emosional. Ia berdiri di area parkir sambil berteriak dengan nada tinggi dan meluapkan kata-kata kasar kepada korban yang merekam video. Situasi kian mencekam saat pria itu terus merangsek mendekati korban di tengah hiruk-piruk lalu lintas.

Korban, IL (25), menceritakan ketegangan itu bermula saat dirinya dalam perjalanan dari Cibadak menuju Cicurug untuk bekerja. "Sebelum saya naik tuh udah ada si bapak-bapak itu di dalam angkot itu," ujar IL kepada detikJabar, Kamis (12/3/2026).

ADVERTISEMENT

Selama di perjalanan, IL mengaku mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan. Pria tersebut diduga melakukan pelecehan dengan menyentuh bagian tubuh korban dan memotretnya secara sembunyi-sembunyi.

"Terus selama di perjalanan si bapak-bapak itu ya kayak menyentuh-nyentuh kaki saya bagian kanan. Kan saya merasa risih digituin. Nah saya di situ apa, dengan nggak terima ya. Terus saya di situ menegaskan kata saya bilang 'Pak bisa nggak diam? Saya dari tadi perhatiin Bapak lho. Saya nggak takut sama Bapak', saya bilang gitu," tutur IL menceritakan keberaniannya menegur pelaku.

Meski sudah ditegur, pria tersebut tidak berhenti. IL menyebut pria itu terus memotret dirinya secara diam-diam menggunakan ponsel. Merasa terancam, ia kemudian menghubungi rekan kerjanya di toko tujuan untuk meminta bantuan.

Setibanya di lokasi, pria yang ikut turun dari angkot tersebut langsung dikonfrontasi oleh IL dan rekan-rekannya untuk menghapus foto tersebut. Dalam rekaman video tersebut, pria itu terlihat membawa jaket merah keunguan di tangan kirinya. Sambil terus mengintimidasi korban hingga ke badan jalan, ia tampak merogoh saku belakang celananya.

"Sama teman aku dia minta suruh hapus foto itu, cuman kata si bapak-bapak bilang 'Iya nanti saya hapus.' 'Saya maunya sekarang!' aku bilang gitu. Terus si bapak-bapaknya nggak terima," ucapnya.

Tak lama kemudian, pria tersebut mengeluarkan sebilah kapak kecil dari sakunya. Ia sempat mengayunkan senjata tajam itu ke arah perekam video dan beberapa pengendara motor yang melintas, mengabaikan truk dan kendaraan yang lalu-lalang di sekitarnya. "Cuman dia pas mau ketangkap dia keburu ngeluarin kapak, sajam. Di kantong belakang aku lihatnya," kata IL.

Beruntung, tidak ada korban luka akibat acungan senjata tajam tersebut karena korban segera menyelamatkan diri saat pria itu berjalan menjauh menuju area pertokoan.

Meski demikian, aksi pria tersebut sempat menimbulkan kepanikan bagi pengguna jalan. IL sendiri mengaku telah resmi melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. "Benar kita sudah menerima laporan dari korban. Kita masih lakukan pendalaman dan penyelidikan," singkat Kapolsek Cicurug, Kompol Aah Hermawan.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads