Kapolres Bogor Imbau Warga Tak Panic Buying soal Konflik Timur Tengah

Kapolres Bogor Imbau Warga Tak Panic Buying soal Konflik Timur Tengah

Andry Haryanto - detikJabar
Kamis, 12 Mar 2026 17:00 WIB
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto (Foto: Andry Haryanto)
Bogor -

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying menyusul berkembangnya situasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Menurutnya, kekhawatiran berlebihan justru dapat memicu pembelian barang secara tidak wajar di tengah masyarakat.

Imbauan tersebut disampaikan Wikha usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Kamis (12/3/2026). Operasi itu digelar untuk memastikan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran berjalan lancar.

"Terkait situasi geopolitik yang berkembang, kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Tidak perlu khawatir berlebihan dengan membeli kebutuhan dalam jumlah besar," ujar Wikha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan hingga saat ini kondisi keamanan maupun distribusi barang kebutuhan masyarakat masih dalam keadaan aman. Aparat bersama pemerintah daerah terus memantau situasi untuk memastikan tidak terjadi gangguan pada pasokan logistik menjelang Hari Raya Idulfitri.

"Pemerintah bersama aparat keamanan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan ketersediaan barang kebutuhan masyarakat. Sampai saat ini kondisi masih aman dan terkendali," katanya.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Polres Bogor juga menyiapkan pengamanan skala besar selama periode mudik Lebaran. Operasi Ketupat Lodaya 2026 akan berlangsung mulai 13 Maret hingga 25 Maret dengan melibatkan lebih dari 5.000 personel gabungan.

Sebanyak 1.099 personel berasal dari Polres Bogor, sementara lebih dari 4.000 lainnya merupakan unsur lintas instansi seperti TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga elemen masyarakat yang dilibatkan dalam pengamanan.

Untuk mendukung pengamanan pemudik, aparat menyiapkan 14 pos pengamanan di berbagai titik wilayah Kabupaten Bogor. Selain itu terdapat satu pos pelayanan di Rest Area Gunung Mas serta satu pos terpadu di Gadog yang disiapkan sebagai titik layanan bagi masyarakat yang melintas di jalur Puncak.

Khusus di jalur wisata tersebut, kepolisian juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas jika terjadi lonjakan kendaraan.

"Jika kendaraan yang melewati Gerbang Tol Ciawi mencapai 2.200 sampai 2.500 kendaraan per jam, maka akan diberlakukan rekayasa lalu lintas seperti sistem one way," ujar Wikha.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan konvoi pada malam takbiran karena berpotensi memicu gesekan di jalan. Warga diimbau mengisi malam takbiran dengan kegiatan ibadah di lingkungan masing-masing agar situasi tetap aman dan kondusif selama momentum Lebaran.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads