Truk Sampah Menuju TPA Sarimukti Antre 1,5 Kilometer, Ini Penyebabnya

Truk Sampah Menuju TPA Sarimukti Antre 1,5 Kilometer, Ini Penyebabnya

Whisnu Pradana - detikJabar
Senin, 16 Mar 2026 16:42 WIB
Truk bermuatan sampah di TPA Sarimukti
Truk bermuatan sampah di TPA Sarimukti (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung -

Truk sampah dari empat daerah di Bandung Raya yang hendak membuang muatannya ke TPA Sarimukti, di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpaksa antre berjam-jam bahkan hingga berganti hari.

Truk dengan muatan yang memenuhi bagian belakangnya berjejer di sepanjang jalan ke TPA Sarimukti hingga 1,5 kilometer. Bau tak sedap menyeruak, ditambah air lindi yang mengucur dari bak truk membasahi permukaan jalan.

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana mengatakan, salah satu faktor penyebab antrean panjang truk sampah itu karena jam operasional TPA Sarimukti yang diatur ulang di bulan Ramadan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya ada pengaturan jam operasional, biasanya kan dari jam 05.00 sampai jam 18.30, kalau selama Ramadan dikurangi dari jam 06.00 cuma sampai jam 16.30. Cuma kita tambah 1 jam, jadi 17.30 supaya antrean berkurang," kata Arief saat dikonfirmasi, Senin (16/3/2026).

ADVERTISEMENT

Faktor lain yang menyebabkan terjadinya penumpukan truk itu yakni pembatasan kuota pembuangan sampah yang diterapkan. Setiap daerah dijatah pembuangan sampahnya sesuai Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Nomor: 6174/PBLS.04/DLH perihal Peringatan dan Pembatasan Pembuangan Sampah ke TPPAS Regional Sarimukti.

Dalam SE itu, Kota Bandung dijatah maksimal 13.738 ton per 2 minggu. Lalu Kota Cimahi maksimal 1.668 ton, kemudian Kabupaten Bandung Barat 1.668 ton, dan Kabupaten Bandung maksimal 3.925 ton per 2 minggu.

"Jadi misalnya kuota minggu lalu sudah habis, nah mereka kalau sudah habis enggak bisa buang dulu. Harus menunggu minggu nanti supaya bisa membuang muatan," kata Arief.

Penyebab lainnya yakni kondisi landasan di area TPA Sarimukti licin dan berbahaya bagi kendaraan berbobot berat karena hujan beberapa hari belakangan. Kendaraan terpaksa lebih berhari-hati sehingga mobilitasnya tak normal seperti di musim kemarau.

Ditambah adanya jalan yang terputus di zona 5 atau zona perluasan. Hal itu membuat mobilitas kendaraan yang semula terskema satu arah kini terpaksa diatur ulang menjadi dua arah.

"Untuk jalan licin kita sudah akali dengan pemasangan balok. Kemudian ada jalan yang terputus, kita akan perbaiki menunggu anggaran di APBD perubahan. Kebutuhannya sekitar Rp300 juta," kata Arief.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads