Mudik dengan sepeda bukan perkara mudah, apalagi jika dilakukan saat menjalani ibadah puasa. Cuaca terik dan perjalanan jauh bisa menjadi tantangan tersendiri bagi para pesepeda.
Jeni Abdulrokhim merupakan salah satu pemudik yang menempuh perjalanan dengan sepeda dari Rangkasbitung, Banten, menuju Purbalingga, Jawa Tengah. Ia punya cara sendiri untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap kuat mengayuh sepeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jeni, hal terpenting adalah tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh mulai terasa berat, terutama saat matahari sedang menyengat.
"Kalau sudah mulai terik, minggir saja, cari tempat istirahat. Jangan dipaksakan," kata Jeni saat ditemui di jalur mudik wilayah Cirebon, Senin (16/3/2024).
Ia biasanya mencari tempat yang teduh untuk beristirahat sejenak. Masjid atau tempat yang memiliki area rindang sering menjadi pilihan untuk melepas lelah.
"Cari tempat adem, bisa di masjid atau tempat yang teduh," ujarnya.
Untuk menurunkan suhu tubuh, Jeni juga memiliki cara sederhana. Salah satunya dengan membasahi tubuh atau mengompres bagian tubuh menggunakan air dingin.
Bahkan jika menemukan pedagang es di perjalanan, ia tak segan membeli es tersebut untuk sekadar mengompres tubuhnya agar suhu kembali stabil.
"Kadang kalau ada yang jual es, beli esnya aja buat kompres," kata dia.
Perjalanan Jeni sendiri bukanlah perjalanan singkat. Ia memulai mudik dari Rangkasbitung pada Sabtu sore sekitar pukul 16.30 WIB dengan menggunakan sepeda lipat.
Dari Banten, ia menempuh perjalanan menuju kampung halamannya di Purbalingga, Jawa Tengah, dengan jarak sekitar 525 kilometer. "Kalau pengalaman tahun kemarin, jarak dari Rangkasbitung ke Purbalingga itu 525 Kilometer," ucap Jeni.
Dalam sehari, Jeni biasanya menempuh jarak sekitar 130 hingga 150 kilometer. Ia mengatur waktu gowes antara siang dan malam hari agar kondisi tubuh tetap terjaga. "Sehari 130 sampai 150 Kilometer," katanya.
Pada hari pertama perjalanan, Jeni mengayuh sepeda hingga lebih dari 100 kilometer sebelum akhirnya beristirahat di Karawang.
Perjalanan kemudian berlanjut ke wilayah Indramayu sebelum ia kembali melanjutkan perjalanan menuju Jawa Tengah.
Mudik dengan sepeda bukan kali pertama bagi Jeni. Ia mengaku sudah dua kali melakukan aksi gowes saat musim mudik tiba. "Saya sudah dua kali mudik naik sepeda," tuurnya.
Jeni menargetkan perjalanan tersebut bisa diselesaikan dalam waktu empat hari. Jika sesuai rencana, ia memperkirakan akan tiba di Purbalingga pada Selasa sore. "Kemungkinan sampai Selasa sore," pungkasnya.
(orb/orb)
