Jemaah sibuk menata saf salat di tengah Lapangan Rajawali, Kota Cimahi. Jumat (20/3/2026) pagi, lapangan di pusat kota itu dipadati ribuan orang yang melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah.
Di antara ribuan jemaah, tampak seorang pria memeluk gulungan benda berwarna cokelat. Namanya Ade, seorang penjual plastik untuk alas salat jemaah. Di tengah kekhusyukan orang-orang yang hendak beribadah, pria 64 tahun itu hadir untuk meraup rezeki.
Ade datang sejak pagi, saat lapangan masih lengang. Ia menyiapkan barang dagangannya-benda sederhana yang kerap terlupakan, namun sangat dibutuhkan. Peluang sekecil apa pun ia manfaatkan demi memastikan dapurnya tetap mengebul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini jual plastik alas buat salat, ya lumayan sudah beberapa kejual. Tadi datang sekitar jam 6 pagi dari rumah," kata Ade saat ditemui, Jumat (20/3/2026).
Ade berkeliling dari satu saf ke saf lainnya. Ia berjalan pelan, telaten menawarkan plastik yang ia beli dari daerahCigondewah. Dari bentuk yang semula satu gulungan besar, ia potong-potong menjadi seukuran sajadah.
Pedagang balon dan alas plastik getol berjualan di kala warga melaksanakan Salat Idulfitri (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar). |
Praktis dan kerap dianggap sepele, namun tak disangka banyak yang membutuhkan. Jemaah memang membawa sajadah, namun banyak yang tidak menyangka jika permukaan Lapangan Rajawali yang beralas tanah dan rumput justru berisiko mengotori sajadah mereka.
"Hari ini terjual sekitar 50 buah, saya bawa 125 buah. Ada yang harganya Rp10 ribu itu bisa buat 2 orang, saya jual juga yang kecil harganya Rp5 ribu," kata Ade.
Ade sebetulnya tak cuma berjualan pada momen Idulfitri maupun Iduladha saja. Di waktu lainnya, ia getol mencari informasi kegiatan keagamaan seperti tablig akbar, haul (peringatan kematian tokoh keagamaan Islam), dan kegiatan publik lainnya.
"Seperti haul, tabligh akbar, itu saya pasti datang. Waktu acara pengajian di JIS (Jakarta International Stadium) saya datang kesana. Ya cari info sendiri, kadang tanya ke pedagang lainnya," kata Ade.
Sehari-hari, Ade menyambung hidup dengan berjualan air mineral dan jajanan secara asongan di daerah Caringin, Kota Bandung. Namun, jika ada agenda keagamaan besar, ia lebih memilih beralih menjual alas plastik.
"Hari-hari dagang asongan di dekat rumah, rumah kan di daerah Caringin. Tapi kalau ada agenda, saya jualan alas. Ya yang penting dapat uang buat anak istri di kampung halaman, saya asal Tasikmalaya," kata Ade.
Senada dengan Ade, Jajang juga memanfaatkan momentum Idulfitri kali ini untuk mengais rezeki. Ia menjajakan balon karakter yang memikat pandangan anak-anak di sekitar area lapangan.
"Alhamdulillah, cari rezeki asal halal. Lumayan kalau acara seperti ini, bawa 30 itu bisa habis semua. Per balonnya ada yang Rp15 ribu ada yang Rp20 ribu," kata Jajang.
(mso/mso)

