Tragis! Mata Bocah di Sukabumi Terkena Petasan Saat Takbiran

Tragis! Mata Bocah di Sukabumi Terkena Petasan Saat Takbiran

Siti Fatimah - detikJabar
Sabtu, 21 Mar 2026 18:30 WIB
Ilustrasi mata pria
Ilustrasi mata. (Foto: Getty Images/iStockphoto/monkeybusinessimages)
Sukabumi -

Malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri yang seharusnya penuh sukacita berubah menjadi petaka bagi seorang bocah di Sukabumi. Anak laki-laki yang diperkirakan berusia sekitar 9-12 tahun itu mengalami luka pada kedua matanya setelah terkena petasan yang diduga diarahkan ke wajahnya.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (20/3) malam. Korban berinisial JD sempat dilarikan ke IGD RSUD Al-Mulk dalam kondisi mata mengalami trauma. Korban dilaporkan mengalami luka usai terkena kembang api atau petasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Humas RSUD Al-Mulk, Asep Andi, membenarkan adanya pasien tersebut. Menurutnya, tim medis langsung melakukan penanganan awal setibanya korban di rumah sakit.

"Betul semalam ada pasien datang ke IGD dengan trauma mata terkena petasan. Kami lakukan irigasi mata sebagai pertolongan pertama," kata Asep saat dikonfirmasi detikJabar, Sabtu (21/3/2026).

ADVERTISEMENT

Setelah mendapat penanganan awal, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit lain. Hal itu disebabkan RSUD Al-Mulk belum memiliki dokter spesialis mata untuk penanganan lanjutan.

Korban pun dirujuk ke RSUD R Syamsudin SH. Di sana, kondisi bocah tersebut diperiksa lebih lanjut oleh tim medis untuk memastikan tingkat kerusakan pada indra penglihatannya.

Humas RSUD R Syamsudin SH, dr Irfanugraha, menyebutkan korban datang dengan keluhan nyeri pada kedua mata disertai penglihatan yang mulai buram. Dari penuturan korban, petasan itu diarahkan ke wajahnya hingga menyebabkan luka.

"Luka mengenai kedua mata akibat petasan yang menurut pasien diarahkan ke wajahnya. Pasien mengeluh nyeri dan penglihatan buram," ujarnya.

Di IGD, petugas kembali melakukan tindakan irigasi mata menggunakan cairan infus. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi korban sebenarnya membutuhkan perawatan intensif atau rawat inap.

Namun, keputusan berbeda diambil pihak keluarga. Ayah korban memilih membawa pulang anaknya dan menolak saran tim medis untuk rawat inap.

"Saat ini pasien sudah pulang karena ayahnya menolak rawat inap dan meminta pulang atas permintaan sendiri," ucap Irfan.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads