Bahaya Tapi Murah, Cerita Pemudik Naik Mobil Bak di Jalur Bandung

Kota Bandung

Bahaya Tapi Murah, Cerita Pemudik Naik Mobil Bak di Jalur Bandung

Wisma Putra - detikJabar
Minggu, 22 Mar 2026 14:24 WIB
Pemudik menggunakan mobil bak terbuka
Pemudik menggunakan mobil bak terbuka (Foto: Wisma Putra/detikJabar).
Bandung -

Mudik sudah menjadi tradisi di Indonesia. Beragam kendaraan digunakan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman, mulai dari pesawat, kapal laut, kereta api, mobil, hingga motor.

Ada pemandangan menarik saat melintas di jalur mudik Cianjur-Bandung. Banyak masyarakat yang mudik dengan menaiki mobil bak terbuka. Ada yang ditutupi plastik terpal dengan disangga empat bilah bambu dan ada juga yang tidak ditutup sama sekali. Bahkan, ada bak mobil yang diberi alas tikar, kasur lantai, hingga yang tanpa alas sama sekali.

Panas? Itu sudah pasti. Bahkan saat mobil tancap gas, embusan angin pun tak terelakkan. Meski begitu, mereka tetap nyaman dan menikmati perjalanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka juga harus bersabar tatkala arus lalu lintas di jalan itu mengalami kepadatan. Pada H+1 Lebaran ini, pemudik lokal mendominasi kendaraan yang melintas di jalan tersebut.

detikJabar berkesempatan berbincang dengan Ukar (57), salah satu pemudik asal Ciranjang. Ukar bersama keluarga besarnya menggunakan mobil bak terbuka miliknya untuk bersilaturahmi ke rumah saudaranya di Tagog Apu, Padalarang.

ADVERTISEMENT

"Ini sehari-hari mobil digunakan untuk sayur, kalau lebaran suka digunakan untuk silaturahmi ke rumah keluarga istri di Tagog Apu," kata Ukar dijumpai di salah satu minimarket di kawasan Rajamandala, Bandung Barat, Minggu (22/3/2026).

Ukar mengungkapkan, karena tidak memiliki mobil tertutup seperti minibus, dia terpaksa menggunakan mobil bak terbukanya untuk mudik.

"Memang dekat, tapi deket ini, cuman dari Ciranjang ke Tagos Apu," ujarnya.

Disinggung persiapan khusus mudik dengan menggunakan mobil bak terbuka, Ukar menyebutkan jika tidak ada persiapan khusus yang dia lakukan.

"Nggak ada sih, asal ada bambu, sama terpal, sudah beres, terus ini alasnya pakai karpet," ucapnya.

Disinggung kapasitas penumpang, Ukar menyebutkan bisa mengangkut 15 orang. "Pakai ini sekeluarga masuk, kalau seperti pakai mobil kijang atau carry, harus dua mobil," tuturnya.

Menurut Ukar, pengeluaran ongkos mudik dengan menaiki mobil bak terbuka juga cukup murah. "Bensin tidak sampai Rp100ribu, kalau punya uang lebih lumayan buat ngopi atau makan siang," jelasnya.

Ukar sadar jika mudik dengan menaiki mobil bak terbuka tidak dianjurkan, namun menurutnya ia terpaksa menggunakan mobil terbuka karena kebutuhan.

"Tahu ini salah, tapi hati-hati saja, banyak kok yang sama dan saya yakin mereka juga karena pas-pasan jadi mudik pakai mobil bak terbuka," ucapnya.

Sementara itu, Dewi (29), salah satu penumpang, mengaku nyaman walau mudik dengan duduk di bak mobil terbuka.

"Nyaman-nyaman saja, udah kebiasaan juga," ujar Dewi.

Bagi yang belum biasa, Dewi menyebutkan bisa mabuk dan muntah.

"Saya sih udah biasa, kepanasan, kehujanan, kena angin juga. Tapi memang kalau yang belum biasa suka mual, sampai masuk angin dan muntah-muntah," katanya.

Dewi mengamini juga jika mudik dengan menaiki mobil bak terbuka berbahaya, bahkan banyak anak-anak yang ikut, tapi Dewi menyebutkan hal itu terpaksa dilakukan.

"Ya berbahaya, tapi hati-hati saja, enggak sering juga, setahun sekali pas mudik saja," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Terminal Mengwi Dipadati Penumpang Jelang Idul Adha"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads