Polisi Ungkap Penyebab Macet Horor 14 Jam di Cikidang Sukabumi

Polisi Ungkap Penyebab Macet Horor 14 Jam di Cikidang Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Selasa, 24 Mar 2026 15:41 WIB
Antrean kendaraan di jalur Cikidang, Kabupaten Sukabumi
Antrean kendaraan di jalur Cikidang, Kabupaten Sukabumi (Foto: Siti Fatimah/detikJabar)
Sukabumi -

Polisi mengungkap penyebab kemacetan parah hingga 14 jam yang terjadi di jalur arteri Simpang Cikidang, Kabupaten Sukabumi saat arus balik Lebaran 2026. Kondisi medan jalan yang ekstrem menjadi faktor utama tersendatnya arus lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Abdurrohman Hidayat mengatakan, kepadatan sempat terjadi di kawasan Cikidang. Namun, petugas langsung turun ke lapangan untuk melakukan penguraian arus hingga dini hari.

"Untuk Cikidang sempat terjadi kepadatan, namun dari Satlantas juga langsung turun melaksanakan penguraian hingga dini hari, alhamdulillah terpantau lancar," kata Hidayat saat ditemui detikJabar di GT Parungkuda Tol Bocimi, Selasa (24/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, penyebab utama kemacetan dipicu oleh kondisi jalur Cikidang yang memiliki tanjakan cukup ekstrem. Sejumlah kendaraan dilaporkan mengalami hambatan saat menanjak hingga akhirnya berhenti dan memicu antrean panjang.

"Penyebabnya jalur Cikidang sendiri jalurnya nanjak sangat ekstrem, sehingga ditemukan beberapa kendaraan mengalami hambatan saat menanjak, berhenti, dan mengganggu arus lalu lintas yang mengekor sampai ke bawah," ujarnya.

ADVERTISEMENT
Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Abdurrohman HidayatKasat Lantas Polres Sukabumi AKP Abdurrohman Hidayat Foto: Siti Fatimah/detikJabar

Berbeda dengan Cikidang, kondisi lalu lintas di Simpang Ratu diklaim lebih terkendali. Menurutnya, jalur tersebut relatif lebih lebar sehingga mampu menampung volume kendaraan yang melintas.

"Kalau Simpang Ratu kepadatannya lumayan mengalir, ramai lancar, tidak seperti di Cikidang karena jalur Simpang Ratu-Warung Kiara lebih lebar dan lebih sanggup menampung kendaraan," ucapnya.

Selain itu, kepadatan juga terjadi di wilayah Palabuhanratu. Tingginya minat masyarakat untuk berlibur pada Lebaran tahun ini disebut turut memicu lonjakan volume kendaraan.

"Betul, terjadi kepadatan di wilayah Palabuhanratu. Seperti kita ketahui di media sosial juga terlihat terjadi kepadatan yang signifikan, karena memang tahun ini berbeda dengan sebelumnya, animo masyarakat yang akan melaksanakan liburan sangat tinggi," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, kemacetan parah terjadi di jalur arteri Simpang Cikidang, Kabupaten Sukabumi saat arus balik Lebaran 2026. Sejumlah pemudik mengaku terjebak dalam antrean kendaraan selama belasan jam tanpa kepastian.

Salah satu wisatawan, Supri mengaku mulai terjebak macet sejak siang hari di kawasan Cibadak hingga Simpang Cikidang.

"Dari Cibadak sampai pertigaan Cikidang itu 14 jam. Berangkat jam 12 siang, sampai Cikidang jam 2 siang, terus kejebak sampai jam 2 malam tadi, ini baru maju lagi," ujarnya.

Supri mengatakan dirinya saat ini hendak melanjutkan perjalanan pulang menuju Cicurug setelah berjam-jam tertahan di jalan.

Kemacetan panjang ini terjadi di puncak arus balik Lebaran 2026, dengan volume kendaraan yang meningkat drastis, terutama dari arah selatan menuju wilayah Bogor dan Jakarta. Antrean kendaraan tampak mengular panjang di sejumlah titik, terutama di Simpang Cikidang yang menjadi salah satu titik rawan kepadatan.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads