Warga Perumahan Bhayangkara Frinanda, Sukabumi, geger. Bukan karena aksi kriminalitas, melainkan akibat mampetnya aliran air bersih ke rumah-rumah warga secara massal.
Usut punya usut, biang keroknya adalah seekor anak biawak yang terjepit di pipa utama.
Kejadian ini bermula saat grup WhatsApp warga mulai 'meledak' oleh keluhan. Warga dari berbagai blok melaporkan air di rumah mereka tidak mengalir sama sekali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya saya kira cuma di rumah saya saja yang mati, pas cek grup ternyata merata. Mulai dari warga di Blok A, terus merembet ke Blok B tempat saya tinggal, semuanya mengeluh air nggak keluar," ujar Risa, warga Blok B kepada detikJabar, Kamis (26/3/2026).
Kondisi ini sempat memicu kepanikan, mengingat banyak warga yang baru kembali dari perjalanan mudik dan sangat membutuhkan air bersih untuk keperluan rumah tangga.
"Keluhan kemudian ramai di WhatsApp grup, apalagi ibu-ibu mau ngapa-ngapain susah," keluh Risa.
Hal senada diungkapkan Dian, warga Blok A yang mengaku baru pulang mudik dari kampung halaman istrinya. Saat menyalakan keran, air tak kunjung mengalir ke bak penampungan.
"Kami kan baru pulang mudik, cucian menumpuk, badan capek ingin bersih-bersih tapi air malah mati. Sempat bingung juga karena ini kan sumber airnya langsung dari mata air alami Cisarakan, biasanya lancar-lancar saja meskipun jaraknya beberapa kilometer dari sini," tutur Dian, warga Blok A.
Ditemukan 'Termutilasi' di Pipa Utama
Mendapat laporan yang kian meluas, pihak pengelola perumahan langsung bergerak melakukan pengecekan ke jalur pipa utama. Kecurigaan muncul pada bagian pipa berukuran besar yang mengalirkan air ke seluruh blok.
Saat dibongkar, petugas dan warga terperangah. Di dalam pipa tersebut ditemukan bangkai anak biawak yang kondisinya sudah terpotong-potong. Bangkai reptil itu tersangkut tepat di jalur vital sehingga menyumbat total aliran air.
"Pas dibongkar pipa utamanya, ternyata ada anak biawak. Mungkin masuk dari area sekitar bak penampungan atau mata air, lalu tersedot masuk ke pipa. Kondisinya sudah hancur karena tekanan air, itu yang bikin mampet total," tambah Dian.
Pihak perumahan segera mengevakuasi bangkai dan membersihkan pipa agar distribusi air dari mata air Cisarakan kembali normal. Warga berharap pengelola memperketat pengamanan di area bak penampungan agar kejadian serupa tidak terulang.
Simak Video "Video: Sempat Bertahan Hidup Sebelum Akhirnya Tewas Tertimbun Longsor di Sukabumi"
[Gambas:Video 20detik]
(sya/mso)
