Kematian Misterius Empat Warga Cianjur yang Sisakan Tanda Tanya

Round-up

Kematian Misterius Empat Warga Cianjur yang Sisakan Tanda Tanya

Tim detikJabar - detikJabar
Sabtu, 28 Mar 2026 11:00 WIB
Ilustrasi kematian
Ilustrasi kematian (Foto: Getty Images/iStockphoto/Artem_Furman)
Cianjur -

Kematian empat warga Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, menyisakan tanda tanya. Keempatnya meninggal dalam rentang waktu berbeda dengan gejala serupa, sementara satu korban lainnya masih kritis. Dugaan awal mengarah pada konsumsi minuman keras (miras) oplosan, namun penyebab pasti hingga kini masih dalam penyelidikan.

Kasus ini terungkap setelah beredar informasi di media sosial mengenai adanya korban meninggal diduga akibat miras. Polisi kemudian melakukan pengecekan ke lokasi.

Kasatnarkoba Polres Cianjur, AKP Tatang Sunarya, membenarkan adanya empat korban meninggal dan satu korban kritis yang masih dirawat di rumah sakit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah kami cek ke Kecamatan Mande, ternyata benar ada empat warga yang meninggal dan satu lagi kritis di rumah sakit," kata dia, Jumat (27/3/2026).

Berdasarkan hasil penelusuran sementara, para korban mengalami gejala yang hampir serupa, yakni sakit perut disertai muntah. Namun, waktu munculnya gejala hingga meninggal dunia tidak terjadi secara bersamaan.

ADVERTISEMENT

Korban berinisial Fa (23) mulai mengeluhkan sakit pada 24 Maret 2026 dan meninggal sehari kemudian. Sementara MR (22) mengalami keluhan sejak 21 Maret dan meninggal pada 26 Maret 2026.

"Untuk dua korban lainnya yakni L meninggal pada 25 Maret 2026 dan Do meninggal pada 26 Maret. Jadi waktunya tidak bersamaan mulai dari merasakan sakit serta muntah, hingga meninggalnya," kata dia.

Satu korban lainnya, NH, mengalami gejala serupa sejak 24 Maret dan kini masih dirawat di RSUD Sayang dalam kondisi kritis.

"Untuk satu korban lainnya kritis. Tidak bisa dimintai keterangan. Semoga bisa segera membaik, untuk dimintai keterangan kenapa bisa terjadi kejadian tersebut," ujarnya.

Polisi menduga para korban sempat mengonsumsi minuman beralkohol racikan sendiri. Namun, jenis minuman, waktu konsumsi, serta lokasi kejadian masih belum diketahui secara pasti.

"Tapi minuman apa yang diracik, kapan minum, dan lokasinya masih belum diketahui. Keluarganya juga tidak tahu, karena saat mengeluhkan sakit perut serta muntah, korban tidak menjelaskan penyebab sebelumnya," kata dia.

Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, menegaskan pihaknya masih mendalami penyebab kematian para korban. Ia menyebut kemungkinan tidak hanya berasal dari konsumsi miras, tetapi juga faktor kesehatan lain.

"Proses Penyelidikan masih berjalan terutama untuk menentukan apakah betul peristiwa yang terjadi karena semata konsumsi minuman keras atau sakit atau sebab lain. Karena peristiwa meninggalnya warga tidak berbarengan dan keterangan keluarga ada yang karena sakit lambung dan lain sebagainya," kata dia.

Sementara itu, pihak rumah sakit belum menemukan indikasi kuat keracunan alkohol pada korban yang masih dirawat.

Kepala Instalasi Humas RSUD Sayang, Raya Sandi, mengatakan hasil pemeriksaan awal belum menunjukkan adanya keracunan alkohol.

"Tapi masih kami lakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. Apakah kondisi penyakitnya saat ini karena riwayat mengkonsumsi alkohol, sehingga memicu penyakitnya," kata dia.

Kasus ini pun masih menjadi misteri. Polisi dan tenaga medis terus mendalami penyebab pasti kematian empat warga tersebut.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads