Menipisnya Pundi-Pundi di Balik Kostum Baja Taman Superhero

Menipisnya Pundi-Pundi di Balik Kostum Baja Taman Superhero

Fauzan Muhammad - detikJabar
Minggu, 29 Mar 2026 11:00 WIB
Kondisi Taman Superhero yang Lengang
Kondisi Taman Superhero yang Lengang (Foto: Fauzan Muhammad)
Bandung -

Taman Superhero yang biasanya menjadi magnet bagi keluarga di pusat Kota Bandung kini menyimpan cerita lain. Di balik patung-patung pahlawan yang berdiri tegak, para penyedia jasa hiburan anak justru sedang berjuang saat adanya penurunan pengunjung yang kian drastis pascapandemi.

Juanda, salah satu penyedia jasa sewa mobil remote control mengungkapkan bahwa momen lebaran kali ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, terutama saat bulan puasa.

"Biasanya pas libur gini banyak yang main, tapi sekarang udah beda. Pas puasa kemarin malah zonk, ga dapat seperak pun" ujarnya pada detikJabar, Rabu (25/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski ia sudah mangkal sejak jam 10 pagi hingga sore hari, faktor cuaca dan kondisi lapangan yang sering tergenang air kala hujan melanda, menjadi kendala utama bagi anak-anak untuk mengoperasikan mobil-mobilan miliknya.

Tak jauh dari trek mobil remote, Cahya, seorang penyedia jasa mewarnai gambar di atas styrofoam, merasakan hal serupa. Ia mengaku bisnisnya mengalami penurunan yang jauh jika dibandingkan dengan lebaran tahun kemarin.

ADVERTISEMENT

"Tahun sekarang ini beda jauh, masih mending tahun kemarin. Pas puasa tahun ini paling banyak kejual itu 10 lembar, sehari paling 3-5 lembar. Kalau puasa tahun kemarin itu sehari bisa 20 sampai 50 lembar kejual" ungkapnya.

Menurut Cahya, fenomena ini dialami merata oleh hampir seluruh pedagang di area taman. Para keluarga yang berkunjung hanya datang untuk melihat dan bersantai di sekitar taman, tidak untuk bermain di sana.

"Sebetulnya kalau pengunjung itu ada tapi kalau pembeli itu sedikit. Banyak pengunjung yang datang cuma sekadar melihat-lihat, tapi yang jajan cuma satu-dua orang" tuturnya.

Penurunan ini sudah dirasakan Cahya dan pedagang lain sejak pandemi Covid-19. Sempat ada terjadi kenaikan saat pembatasan pandemi mulai dibuka, namun kemunculan varian baru virus kembali memukul roda ekonomi pedagang hingga saat ini.

Bukan hanya sisa dampak pandemi, Cahya menceritakan bahwa berbagai kemungkinan dapat menjadi faktor menurunnya daya beli masyarakat.

"Selain dari pandemi, mungkin juga karena ada demo demo (DPR) kemarin, jadi makin jarang orang-orang main. Ditambah waktu dulu tempat berhentinya Bus Bandros itu kan deket sini, kalau sekarang udah dipindah jauh" pungkasnya.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads