Konflik Timur Tengah Kian Panas, Houthi Yaman Gabung Iran Serang Israel

Konflik Timur Tengah Kian Panas, Houthi Yaman Gabung Iran Serang Israel

Haris Fadhil - detikJabar
Minggu, 29 Mar 2026 22:00 WIB
Footage released by Houthi Military Media says to show a launch of missile, which the Houthis say they fired at Israel, at an unknown location, Dec. 19, 2024. (File photo: Reuters)
Rekaman video dari Houthi menunjukkan momen peluncuran rudal ke wilayah Israel. Foto: dok. Reuters
Jakarta -

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kian meningkat setelah kelompok pemberontak Houthi di Yaman yang didukung Iran resmi terlibat dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel. Terbaru, Houthi mengklaim telah meluncurkan serangan rudal kedua ke wilayah Israel.

Dilansir AFP, Minggu (29/3/2026), konflik di Asia Barat yang telah berlangsung selama sebulan memicu kekhawatiran baru. Serangan yang dilancarkan Houthi berpotensi memperluas medan perang hingga ke kawasan Laut Merah, jalur penting pelayaran global.

Keterlibatan Houthi menambah kompleksitas konflik yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Dampak perang kini meluas dan dirasakan di berbagai wilayah Semenanjung Arab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, dalam konflik di Gaza, Houthi menyatakan solidaritas terhadap Palestina dengan menyerang kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden yang dianggap berafiliasi dengan Israel. Aksi tersebut memaksa sejumlah perusahaan pelayaran mengubah rute menjadi lebih panjang dan mahal.

ADVERTISEMENT

Hingga Sabtu (28/3), Houthi belum terlibat langsung dalam perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Kondisi ini membuat Laut Merah semakin strategis bagi jalur distribusi dan perdagangan internasional.

Seorang juru bicara Houthi pada Sabtu mengatakan kelompok itu menembakkan "rentetan rudal jelajah dan drone yang menargetkan beberapa situs vital dan militer" di Israel.

Sejak konflik dimulai, Arab Saudi mengalihkan sebagian besar ekspor minyaknya melalui Laut Merah untuk menghindari Selat Hormuz. Iran sebelumnya menyatakan telah menutup jalur tersebut bagi pelayaran yang terafiliasi dengan pihak lawan.

Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel ini turut mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah. Harga energi global mengalami lonjakan, sementara berbagai upaya diplomatik terus dilakukan untuk meredakan konflik.

Selain itu, sejumlah pengiriman dari negara-negara Teluk dialihkan melalui pelabuhan Salalah di Oman yang berada di Laut Arab. Aktivitas penerbangan juga terdampak setelah Iran membalas serangan dengan menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads