Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa SD hingga SMP. Disdik menyatakan terdapat dampak positif maupun negatif jika opsi pembelajaran tersebut nantinya diterapkan.
Kadisdik Kota Bandung, Asep Gufron, mengatakan bahwa opsi kebijakan PJJ diketahui telah dicabut pemerintah pusat usai muncul desakan. Ia pun sepakat jika PJJ untuk saat ini dibatalkan karena bisa memengaruhi kondisi psikologis siswa dalam proses pembelajaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, kalau misalnya kita mencermati, pusat juga kan masih galau kemarin antara dilaksanakan PJJ dan dan tidak. Ternyata kan sudah diputuskan, dicabut karena ada desakan dari DPR. Nah, kenapa harus langsung? Karena itu kan pola pembelajaran itu lebih menyentuh dan lebih menerap itu langsung tidak pada PJJ. Mungkin banyaklah dari segi negatif dan positifnya," kata Asep Gufron saat berbincang dengan detikJabar, Selasa (31/3/2026).
Asep tak menampik krisis energi global saat ini memberikan pengaruh, termasuk pada proses pembelajaran. Namun menurutnya, ada sejumlah opsi yang bisa dijalankan supaya siswa tetap belajar di sekolah.
Misalnya, orang tua dianjurkan untuk tidak mengantarkan langsung anaknya ke sekolah menggunakan kendaraan pribadi. Di satu sisi, anjuran itu bisa mengefisiensi sektor energi yang kini sedang menjadi isu global.
"Oke lah kalau kita mengacu kepada kepada pendekatan terhadap efisiensi. Ya, otomatis kan tidak ada biaya yang dikeluarkan manakala orang tua siswa itu mengantar misalnya pakai kendaraan. Itu kan dari segi positifnya bisa menekan ya, dari segi penggunaan BBM gitu," ungkapnya.
"Tapi kan dari segi negatifnya kan kita sudah sangat tahu pada saat pola pembelajaran COVID ya. Itu kan banyak hal-hal yang belum dibenahin kembali. Bagaimana kita memberikan penguatan terhadap para peserta didik atau siswa jika pembelajaran dilakukan secara daring. Karena akan berbeda dengan dilakukan secara langsung tatap muka di sekolah. Itu kan ada sentuhan-sentuhan psikolog dan sebagainya terhadap si para siswa itu sendiri," tambahnya.
Asep Gufron berharap masalah krisis energi global saat ini bisa segera selesai. Dengan demikian, isu tersebut tidak mengganggu proses belajar siswa yang saat ini muncul opsi untuk didorong melalui skema PJJ.
"Harapannya sih jangan sampai, karena tadi itu ada plus minusnya. Berbeda lah pola pembelajaran di rumah dengan di sekolah. Dari interaksi antara anak dengan anak kan beda," ucapnya.
"Tapi intinya, kalau Dinas Pendidikan Kota Bandung mah ngikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat, termasuk WFH dan sebagainya. Nah, kaitan WFH juga kan kita belum belum tahu harus seperti apa mekanismenya," pungkasnya.
(ral/orb)
