Kesaksian Penjual Bakso Saat Pusaran Angin Hantam Pacet Bandung

Kesaksian Penjual Bakso Saat Pusaran Angin Hantam Pacet Bandung

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 31 Mar 2026 16:01 WIB
Sudrajat (38), seorang penjual bakso yang turut menjadi korban angin kencang di Kampung Neglasari, Desa Mekarsari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.
Sudrajat (38), seorang penjual baso yang turut menjadi korban angin kencang di Kampung Neglasari, Desa Mekarsari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Cuaca terik di hamparan perbukitan seketika berubah mencekam. Langit yang semula cerah mendadak gelap, diiringi embusan angin kencang yang menyapu wilayah tersebut.

Angin puting beliung menerjang sejumlah rumah warga di Desa Mekarsari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Senin (30/3/2026). Akibatnya, sejumlah genting dan atap kanopi beterbangan terbawa pusaran angin.

Warga yang panik nampak berlarian mencari perlindungan ke dalam rumah. Sementara itu, sebagian warga lainnya berusaha menjauh dari pusaran angin yang bergerak mendekati permukiman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudrajat (38), seorang pedagang bakso, hanya bisa terpaku saat pusaran angin menyapu kanopi di depan tempat usahanya. Ia sempat berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam rumah saat situasi semakin tidak terkendali.

ADVERTISEMENT

"Sekitar pukul 3 sore kemarin terjadi pusaran angin di sini teh. Terus tiba-tiba angin lewat di sini. Kemudian muncul angin ya gitu seketika roda bakso teh jatuh, langsung ini kanopi kebawa sama angin," kata Sudrajat saat ditemui detikJabar di kediamannya, Kampung Neglasari, Selasa (31/3/2026).

Sudrajat mengaku sempat mendengar suara gemuruh yang sangat keras saat angin melintas. Menurutnya, pusaran angin tersebut berada tepat di depan rumah sebelum akhirnya berpindah posisi.

"Iya, gemuruh banget. Suaranya besar sekali, soalnya di sini kan pusarannya di sini, dekat-dekat sini aja," katanya.

Ia hanya bisa pasrah melihat kanopi miliknya terangkat tinggi oleh kekuatan angin. Saat kejadian, ia memastikan seluruh anggota keluarganya tetap berada di dalam rumah demi keselamatan.

"Jadi kanopi nya keangkat sama angin. Keangkat ya ke atas sampai ke atas ini genteng. Keluarga saya mah di dalem, ada lah sekitar lima orang sama anak-anak," ucapnya.

Kondisi wilayah tersebut awalnya tergolong sepi. Namun, saat angin datang, warga berhamburan menyelamatkan diri. Beberapa saksi mata melihat jelas bagaimana ganasnya pusaran angin tersebut bergerak.

"Iya ada keluar sudah kejadian, cuma kalau sebelum kejadian nggak ada yang berani. Setelah itu angin larinya ke sebelah sana, sebelah selatan, sebelah selatan. Ada dua soalnya, di sana satu (timur)," jelasnya.

Dampak dari bencana ini, sejumlah genting rumah Sudrajat mengalami kerusakan. Tak hanya itu, kaca dan gerobak bakso yang menjadi tumpuan ekonominya pun turut hancur.

"Alhamdulillah engga ada yang ketimpa. Kalau barang yang rusak paling barang-barang bakso, paling ya kaca pecah sama jualannya udah pada kebawa, kecampur," ungkapnya.

Petugas gabungan telah dikerahkan ke lokasi untuk membantu warga membersihkan material bangunan yang berserakan. Hingga saat ini, proses pembersihan masih berlangsung di tempat usaha Sudrajat.

"Iya udah pagi-pagi diberesin sama ada yang petugas Pemda, Desa, Kepolisian," kata Sudrajat.

Meski terpukul oleh musibah ini, Sudrajat berencana untuk kembali berjualan bakso setelah kondisi pulih. Baginya, usaha tersebut adalah satu-satunya mata pencaharian untuk menghidupi keluarga.

"Insyaallah ke depannya ya (jualan lagi), mungkin sekarang mah beres-beres aja dulu," pungkasnya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads