Peristiwa longsor terjadi di Kabupaten Bandung Barat dan menimbun jalur rel kereta api di petak Maswati-Sasaksaat, Rabu (1/4/2026). Akibat kejadian tersebut, sejumlah perjalanan kereta api terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan penumpang.
Salah satu kereta yang terdampak adalah KA Harina relasi Surabaya-Bandung. Kereta tersebut harus berhenti di tengah perjalanan karena jalur tidak dapat dilalui.
Salah seorang penumpang, Amar Faishal (58), mengatakan saat ini dirinya bersama sekitar 200 penumpang lainnya bertahan di sekitar Stasiun Cikadongdong, Kecamatan Cikalong Wetan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berada di kereta di belakang. Lokomotif KA Ciremai yang di depan anjlok, sehingga lokomotif kereta kami dilepas untuk menarik gerbong di depan menuju Stasiun Maswati. Karena jalurnya tunggal, kereta tidak bisa lewat dan harus mundur," ujar Amar.
Amar menuturkan dirinya berangkat dari Surabaya pada pukul 05.00 WIB dan seharusnya tiba di Stasiun Bandung sekitar pukul 16.00 WIB melalui jalur utara.
Ia menambahkan, proses evakuasi ditargetkan berlangsung sekitar dua jam. Setelah itu, rangkaian KA Harina akan dibawa ke Stasiun Rendeh dan penumpang akan dialihkan menggunakan bus menuju Stasiun Bandung.
"Nanti kereta akan maju ke Rendeh, lalu penumpang dialihkan ke bus. Saat ini kami menunggu," katanya.
Meski belum ada pembagian makanan dan minuman gratis dari PT KAI, Amar menyebut kondisi di sekitar stasiun relatif aman karena banyak pedagang yang berjualan.
"Untuk makanan dan minuman belum ada bantuan, tapi di sekitar stasiun banyak yang jualan. Bahkan ada pedagang bakso yang diborong penumpang," ujarnya.
Ia juga menyebut sejumlah penumpang turun dari kereta untuk beristirahat sambil mengobrol dan merokok di area stasiun.
Terkait kemungkinan kompensasi, Amar mengaku tidak akan menuntut pihak PT KAI karena peristiwa tersebut disebabkan oleh bencana alam.
"Tidak, karena ini kejadian alam, bukan kelalaian. Petugas juga memberikan penjelasan dengan baik. Kondektur mendatangi setiap gerbong, AC tetap menyala, dan fasilitas restoran kereta juga tersedia," katanya.
Ia menambahkan, kondisi penumpang secara umum tetap terkendali sambil menunggu proses evakuasi selesai.
(wip/yum)