Lima Warga Jatuh ke Sungai Saat Jembatan Putus di Sukabumi, Ada Balita

Lima Warga Jatuh ke Sungai Saat Jembatan Putus di Sukabumi, Ada Balita

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 02 Apr 2026 11:48 WIB
Proses evakuasi warga yang jatuh ke sungai dari jembatan putus di Tegalbuleud, Sukabumi
Proses evakuasi warga yang jatuh ke sungai dari jembatan putus di Tegalbuleud, Sukabumi (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Insiden putusnya sling baja jembatan gantung yang menghubungkan wilayah Sumberjaya dan Cibugel, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi menuai cerita pilu. Jumlah warga yang terjatuh ke sungai ternyata mencapai lima orang, terdiri dari tiga orang dewasa dan dua anak balita.

Miftahul Fariz, warga setempat yang ikut melakukan evakuasi menceritakan momen dramatis saat seorang balita berusia sekitar 3 tahun berhasil diselamatkan dari aliran sungai yang sedang pasang.

Beruntung, saat terjatuh dari jembatan yang miring tersebut, sang balita tidak terlepas dari gendongan ibunya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah tadi semua langsung dievakuasi, luka-luka ringan dan langsung dilarikan ke puskesmas. Ada balita juga, itu proses penyelamatannya sampai dibantu enam orang. Untungnya si anak tidak lepas dari gendongan ibunya dan jatuhnya agak ke pinggir, bukan ke tengah sungai," ungkap pria yang akrab disapa Kang Kuncir tersebut, Kamis (2/4/2026).

ADVERTISEMENT

Kuncir menjelaskan, saat kejadian kondisi debit air sungai sebenarnya sedang tinggi atau pasang. Hal ini sempat memicu kekhawatiran warga, namun kesiapsiagaan orang-orang di lokasi membuat seluruh korban yang berjumlah lima orang tersebut bisa segera ditarik ke daratan menggunakan ambulans Desa Sumberjaya dan bantuan warga sekitar.

Sling baja penahan jembatan gantung tiba-tiba terputus, sejumlah warga terjun ke sungai di SukabumiSling baja penahan jembatan gantung tiba-tiba terputus, sejumlah warga terjun ke sungai di Sukabumi Foto: Istimewa

Di sisi lain, terungkap fakta bahwa jembatan gantung tersebut sebenarnya baru saja selesai direhabilitasi pada tahun 2023 lalu. Namun, dalam proses pengerjaan setahun lalu, bagian sling baja dan tiang pancang jembatan dilaporkan tidak diganti dan hanya menggunakan material lama.

"Jembatan ini sebenarnya baru direhab tahun 2023 kemarin. Waktu itu lantainya diganti jadi bordes, tapi memang sling baja sama tiang-tiangnya tidak diganti, mungkin karena keterbatasan anggaran saat itu. Saya ikut mantau dari awal pembongkaran sampai pengecatan terakhir," jelas Kuncir.

Kini, akses menuju tiga kedusunan yakni Cilampahan, Kiaralawang, dan Kiarasapi lumpuh total bagi kendaraan motor maupun pejalan kaki. Warga yang hendak melintas terpaksa menggunakan jasa perahu yang harus ditarik secara manual oleh banyak orang karena derasnya arus sungai.

(sya/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads