Seekor macan tutul dilaporkan terjerat di kawasan permukiman warga Kampung Gunung Mas RT 02/02, Desa Tugu Selatan, Kabupaten Bogor, Jumat (3/4) kemarin. Lokasi temuan berada tidak jauh dari GOR bulutangkis setempat dan memicu perhatian warga sekitar.
Hewan langka dan dilindungi ini sudah berhasil dievakuasi. Berikur sederet fakta kejadian ini:
Macan Berasal Dari Gunung Mas
Petugas Polisi Kehutanan (Polhut) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Bogor Dani Hamdani membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut informasi baru diterima dan tim langsung bergerak ke lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, keterlibatan tim gabungan diperlukan untuk memastikan kondisi satwa dan proses evakuasi berjalan aman, baik bagi warga maupun hewan yang terjerat.
Ia menduga, macan tutul itu diduga merupakan satwa liar yang berasal dari kawasan sekitar. "Diduga liar, tidak ada yang punya. Memang masih banyak di daerah sekitar Gunung Mas," ujar Dani.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa kemunculan macan tutul di wilayah permukiman bukan berasal dari kepemilikan individu, melainkan bagian dari populasi alami yang masih bertahan di kawasan hutan Puncak.
BKSDA bekerjasama dengan Taman Safari Indonesia (TSI) untuk mengevakuasi macan tutul tersebut. Menurutnya, ada standar evakuasi yang tidak bisa dilakukan asal. Misalnya melakukan pengamatan terlebih dulu untuk menaksir bobot satwa liar itu untuk kemudian dibius.
"Kalau salah dosis bisa-bisa overdosis" beber Dani.
Sudah Ada Selama 2 Pekan
Dari penuturan warga, tanda-tanda keberadaan kucing besar itu sudah terdeteksi sejak dua pekan terakhir. Hadi (32), warga setempat, mengungkapkan jejak-jejak mencurigakan mulai ditemukan di sekitar permukiman. Warga bahkan sempat memasang perangkap, meski saat itu belum bisa memastikan jenis satwa yang berkeliaran.
"Pas dua minggu kemarin tuh ada jejak-jejak. Awalnya ada jejak-jejak. Ini perangkap udah standby di sini. Kita kira bukan macan gitu kan," kata Hadi saat ditemui detikJabar di lokasi..
Macan Masuk Rumah
Situasi mencekam memuncak pada Kamis (2/4) sekitar pukul 23.30 WIB. Hadi menyebut macan tutul tersebut nekat masuk hingga ke area dapur rumahnya.
"Pas malam kemarin tuh macan masuk ke dapur rumah saya. Itu lewat atas, itu jebol semua. Plafonnya udah jebol," katanya.
Memangsa Ternak
Sebelum akhirnya berhasil diamankan, satwa dilindungi tersebut diduga telah memangsa sejumlah ternak warga. Tak hanya ternak besar, hewan peliharaan seperti kucing pun turut menjadi sasaran.
"Banyak. Yang punya orang tua saya tuh semuanya habis. Tetangga, kucing juga semuanya habis," ucapnya.
Bukan Pertamakali Terjadi
Hadi menambahkan, konflik antara manusia dan satwa liar ini bukan pertama kalinya terjadi. Ia mengenang peristiwa serupa pada tahun 2000, saat seekor macan tutul juga memangsa ternak di wilayah yang sama.
"Yang dulu tahun 2000 pernah udah dapet tuh macan tutul. Itu juga sama, kambing habis semuanya ternak-ternak," tuturnya.
Setelah macan tutul tersebut masuk perangkap, warga segera melapor ke pihak berwenang.
Macan Berhasil Dievakuasi
Direktur Utama Taman Safari Indonesia Aswin Sumampau menyatakan penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur teknis.
"Taman Safari Indonesia menyampaikan bahwa tim Life Science, bersama dokter hewan, paramedik, dan kurator, telah dikerahkan ke lokasi untuk memberikan penanganan terbaik bagi macan tutul liar yang ditemukan terjerat di kawasan Gunung Mas," ujar Aswin.
Ia menegaskan seluruh proses evakuasi dilakukan secara terkoordinasi dengan BKSDA Bogor sebagai otoritas berwenang, dengan mengacu pada prosedur perlindungan satwa liar.
"Seluruh proses evakuasi dan penanganan satwa dilaksanakan secara terkoordinasi bersama BKSDA Bogor selaku otoritas berwenang, dengan mengacu pada ketentuan dan prosedur perlindungan satwa liar yang berlaku," katanya.
Kondisi Macan Tutul
Saat ini, macan tutul tersebut ditempatkan di lokasi penanganan sementara dan terus dipantau oleh tim gabungan. Kondisinya disebut stabil, meski masih membutuhkan pengawasan lanjutan untuk memastikan pemulihan optimal.
"Saat ini, satwa telah berhasil dievakuasi dan tengah menjalani observasi di lokasi penanganan sementara di bawah pemantauan tim medis dan konservasi kami. Kondisi satwa saat ini dalam keadaan stabil dan terus dipantau secara intensif untuk memastikan pemulihannya berjalan dengan baik," ujar Aswin.
Ke depan, proses penanganan akan dilanjutkan melalui koordinasi dengan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) serta Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP), sesuai kewenangan masing-masing lembaga.
"Tahapan selanjutnya akan dilaksanakan melalui koordinasi lanjutan bersama Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP), sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak," tuturnya.
(wip/sud)