Keteguhan Ramdani Jual Bajigur di Tengah Gempuran Minuman Kekinian

Keteguhan Ramdani Jual Bajigur di Tengah Gempuran Minuman Kekinian

Fauzan Muhammad - detikJabar
Senin, 06 Apr 2026 06:00 WIB
Ramdani, penjual bandrek bajigur di Muararajeun, Kota Bandung
Ramdani, penjual bandrek bajigur di Muararajeun, Kota Bandung (Foto: Fauzan Muhammad)
Bandung -

Aroma jahe yang menyeruak dari gerobak dorong masih digandrungi di sudut-sudut Kota Bandung. Tren kopi susu hingga matcha tak menggentarkan Ramdani untuk tetap menjajakan minuman tradisional Bajigur dan Bandrek.

Pria asal Garut ini setiap harinya berkeliling menyusuri kawasan Muararajeun. Ia selalu membawa kehangatan bagi mereka yang rindu akan rasa autentik tanah Pasundan.

Ramdani atau kerap disapa Dadam, melalui perjalanannya berjualan yang beragam. Ia bercerita sempat berhenti berjualan, hingga berjualan bajigur di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Asal mulanya tahun 2022 jualan itu, cuma sempat berhenti buat ikut kerja proyek, beres proyekan sekitar 4 bulan lebih, lanjut jualan di Jakarta, baru balik lagi ke sini" ujarnya saat ditemui detikJabar, Selasa (31/3/2026).

ADVERTISEMENT

Sehari-harinya ia mengambil dagangan dari majikannya yang juga berasal dari Garut, yang bermukim di daerah Lemah Nendeut. Dari sana, Dadam mulai mendorong gerobaknya mulai pukul 10.30 WIB hingga malam hari.

Dadam menjelaskan perbedaan mencolok antara dua menu andalannya. Bandrek racikannya menggunakan bahan dasar jahe dan gula merah yang ditambah potongan kelapa serta rempah-rempah rahasia. Sementara Bajigur, identik dengan perpaduan santan, gula merah, dan isian kolang-kaling atau cangkaleng.

Tak hanya minuman, gerobaknya juga dipenuhi berbagai macam rebusan yang bisa dinikmati untuk menemani bajigur dan bandrek. Tersedia mulai dari jagung rebus, pisang, katimus, getuk, kacang tanah, singkong hingga ubi yang semuanya dibanderol Rp2.000 per potong, terkecuali pisang dengan harga Rp1.000 dan jagung rebus seharga Rp5.000.

Pelanggan setia Dadam rata-rata bukanlah anak muda, melainkan orang-orang yang peduli akan kesehatan yang didominasi orang tua.

"Kebanyakan orang tua yang nyari, kalau anak muda mah jarang. Sama paling mereka cari makanan sehat yang direbus-rebus karena bebas kolesterol" pungkasnya

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads