Dunia maya mendadak heboh dengan spekulasi kesehatan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Muncul rumor panas yang menyebut Trump dilarikan ke Rumah Sakit Militer Nasional Walter Reed, Maryland, tepat sebelum akhir pekan Paskah. Namun, kabar burung ini langsung ditepis mentah-mentah oleh pihak Gedung Putih.
Isu ini mulai liar di media sosial sejak Sabtu (4/4) waktu setempat. Netizen ramai membicarakan kondisi Trump yang kini menginjak usia 79 tahun. Kabar tak terverifikasi itu mengeklaim sang Presiden harus menjalani perawatan intensif di fasilitas medis militer tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi bola liar tersebut, juru bicara Gedung Putih merujuk pada pernyataan tegas Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steve Cheung. Melalui pantauan PEOPLE, Senin (6/4), Cheung memastikan bahwa sang Presiden dalam kondisi bugar dan tetap menjalankan tugasnya.
Dikutip dari detikNews, dalam postingannya, Cheung menyatakan bahwa: "Tidak pernah ada Presiden yang bekerja lebih keras untuk rakyat Amerika daripada Presiden Trump. Pada akhir pekan Paskah ini, dia telah bekerja tanpa henti di Gedung Putih dan Kantor Oval. Semoga Tuhan memberkatinya."
Meski sudah dibantah, "demam" pencarian terkait kesehatan Trump tak terbendung. Kata kunci "Trump Walter Reed" dan "Trump hospital" sempat meledak di Google Trends dengan volume lebih dari 500.000 pencarian hingga Minggu (5/4) pagi.
Spekulasi publik ini sebenarnya dipicu oleh jadwal Gedung Putih yang mendadak berubah. Pada Sabtu (4/4) pagi, pihak istana mengumumkan penutupan konferensi pers sekitar pukul 11.08 waktu setempat. Absennya Trump dari hadapan publik sejak pidato Rabu (1/4) malam terkait isu Iran pun semakin menambah kecurigaan netizen.
Suasana kian panas saat beberapa akun media sosial mengunggah informasi soal adanya penutupan jalan dan pembatasan ruang udara di sekitar RS Walter Reed. Meski begitu, hingga saat ini belum ada verifikasi resmi mengenai penutupan fasilitas medis utama kepresidenan tersebut.
Gedung Putih tak tinggal diam melihat narasi yang berkembang di platform X. Melalui akun respons cepat resmi, Rapid Response 47, mereka melabeli kabar tersebut sebagai "teori konspirasi" yang tidak berdasar.
"Kaum liberal yang gila mengarang teori konspirasi tidak masuk akal ketika @POTUS tidak berbicara kepada pers selama 12 jam. (Mereka tidak mengatakan apa pun ketika (mantan Presiden Joe) Biden secara rutin tidak berbicara kepada pers selama 12 hari)," demikian postingan akun Rapid Response 47.
Akun tersebut juga meminta pendukung Trump untuk tetap tenang dan tidak termakan isu miring. "Jangan takut! Presiden Trump benar-benar tidak pernah berhenti bekerja," imbuh postingan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ditemukan bukti visual berupa foto atau video valid yang mendukung klaim Trump masuk rumah sakit. Sejumlah konten yang beredar di internet dipastikan sebagai video lama yang didaur ulang atau informasi yang tidak terverifikasi kebenarannya.
Artikel ini telah tayang di detikNews
(nvc/orb)
