Bocah Dipatuk Ular di Tasikmalaya, Habiskan 50 Vial Antibisa

Bocah Dipatuk Ular di Tasikmalaya, Habiskan 50 Vial Antibisa

Deden Rahadian - detikJabar
Selasa, 07 Apr 2026 13:20 WIB
Penanganan anak yang dipatuk ular di Tasikmalaya
Penanganan anak yang dipatuk ular di Tasikmalaya (Foto: Istimewa)
Tasikmalaya -

DK (12), seorang anak asal Kampung Borolong, Desa Cilampung hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya dipatuk ular pada Minggu (29/3). Ia dipatuk saat tidur tidur bersama ibunya. Kala itu korban tidur di lantai hanya beralaskan tikar. Kemudian, korban menyadari kemunculan ular yang sempat disangkanya mainan.

"Tidurnya di rumah bersama saya, tidur di ruangan tengah, tidak di ranjang. Kemudian dia bilang, mah ada ular. Dipegang, karena dikiranya mainan," ujar ibu kandung korban, Siti Hindun kepada detikjabar di ruang ICU RSUD KHZ Musthafa, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anak pasangan Andis Kuswara dan Siti Hindun itu dipatuk ular weling di bagian tangan kanannya. Sang anak tak mengeluhkan sakit, walau demikian kedua orang tua DK membawanya ke tabib kampung sebelum disarankan ke rumah sakit.

"Dibawa dulu ke orang yang bisa, katanya dibawa ke rumah sakit saja. Langsung ke sini RSUD KHZ Musthafa," ujar Hindun.

ADVERTISEMENT

Saat di perjalanan, korban mengeluhkan sakit di bagian perutnya. Perlahan, kondisi korban kian mengkhawatirkan karena mengalami sulit menelan makanan dan sesak napas. Korban kemudian pingsan.

"Anak saya pingsan, sampai akhirnya dibawa ke ruangan ICU," ujar Hindun.

Pihak Rumah Sakit RSUD KHZ Mustahafa memastikan menangani pasien dengan cepat dan tepat. Pasien tercatat sudah 10 hari di ruang ICU RSUD KHZ Musthafa hingga Selasa (7/4/2026).

Tim dokter spesialis langsung menangani termasuk dokter spesialis toksinologi dari Jawa Barat. Pasien mengalami gagal nafas hingga terpaksa dipasang ventilator.

"Benar ada pasien anak dipatuk ular kami tangani dengan maksimal untuk membantu masyarakat," kata Direktur RUSD KHZ Musthafa, dr Eli Hendalia.

Eli menambahkan kasus yang menimpa pasien DK terbilang jarang. Biasanya, bisa ular jika ditangani tepat akan sembuh cepat. Namun, kondisi pasien ini justru cukup lama.

Biasanya, anti venom atau anti bisa hanya menghabiskan tiga sampai empat vial saja. Tetapi kasus yang menimpa DK sudah habiskan 50 vial anti venom. Disinyalir racun ular sudah melemahkan otot paru paru.

"Kami rumah sakit terus berupaya selamatkan pasien. Kami bolak balik juga ke Bandung untuk anti venomnya. Malahan karena ini kasusnya terbilang jarang dari ahli toksin juga datang. Ini pasien sudah habiskan 50 vial anti venom," kata Eli.

RSUD Berupaya Maksimal

Pengobatan pasien ditanggung BPJS Kesehatan. Tetapi sudah melebihi dari ketentuan. Meski demikian Pihak RSUD KHZ Musthafa tetap berupaya melayani masyarakat dengan maksimal. Pasien tetap mendapat penanganan medis.

"Kami berupaya selamatkan pasien bantu masyarakat. Kami sekuat tenaga dengan dinas provinsi adakan anti venom, anti venom saja sudah habis 50 vial. Pembiayaannya Rp 200 jutaan. Walau ke-cover BPJS tapi sudah lewat dari ketentuan, Kami tetap berusaha menyelamatkan jiwa apalagi anak ini insya Allah RS komitmen. Kita bisa cari dana untuk bantu pasien," ucap Eli.

Eli menambahkan masyarakat harus waspada dengan hewan berbisa. Biasakan tidur di atas dipan atau ranjang jangan di lantai. Waspada juga jika rumah berada di dekat sawah atau kolam.

"Anak dipatuk ular lagi posisi tidur harus mendapat perhatian khusus. Biasakan tidur di atas jangan di lantai. Pakai juga keselamatan lain kaya kelambu kalau ada. Kemudian juga yang rumahnya di areal sawah atau ada kolam hati-hati," ujarnya.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads