Kondisi Terkini Bocah Tasikmalaya yang Kritis Usai Dipatuk Ular

Kondisi Terkini Bocah Tasikmalaya yang Kritis Usai Dipatuk Ular

Deden Rahadian - detikJabar
Rabu, 08 Apr 2026 13:33 WIB
Ilustrasi ibu dan anak tidur di tikar dan diintai ular.
Ilustrasi ibu dan anak tidur di tikar dan diintai ular. (Foto: Gemini AI)
Tasikmalaya -

Seorang bocah berinisial DK (12), warga Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami kejadian nahas setelah dipatuk ular weling saat sedang tidur, Minggu (29/3).

Peristiwa itu terjadi ketika DK tengah terlelap di lantai ruang tengah rumah bersama ibunya. Tanpa disadari, ular berbisa tersebut masuk ke dalam rumah dan mematuk korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, DK masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD KHZ Musthafa hingga Rabu (8/4/2026). Kondisinya dilaporkan mulai membaik.

Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Eli Hendalia, mengatakan pasien sudah menunjukkan respons positif.

ADVERTISEMENT

"Alhamdulillah pasien sudah ada perbaikan. Dia sudah bisa merespons. Tadi saat ayahnya melambaikan tangan dari luar kaca, dia membalas dengan mengangkat tangannya. Kami sangat senang," ujarnya.

Meski demikian, DK masih harus mendapatkan perawatan intensif, termasuk pemberian antibisa atau anti venom. Dalam sehari, pasien membutuhkan antara lima hingga sepuluh vial.

"Total sudah 56 vial antivenom yang diberikan sampai hari ini. Menurut dokter dari Bandung, jumlah itu setara dengan kebutuhan stok untuk seluruh Jawa Barat dalam satu bulan," jelas dr. Eli.

Ia menegaskan, pihak rumah sakit terus berupaya memenuhi kebutuhan obat tersebut dengan dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang membantu penyediaan anti venom secara gratis.

Peristiwa ini juga mendapat perhatian dari Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Alayubi, yang langsung menjenguk korban di ruang ICU.

Ia memastikan pemerintah daerah akan menjamin penanganan maksimal, termasuk membantu pembiayaan pengobatan meskipun masa tanggungan BPJS pasien telah habis.

"Kami berupaya agar pasien mendapatkan pelayanan terbaik dan keluarga tidak terbebani biaya. Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat," ujarnya.

Dukungan juga datang dari BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya. Ketua BAZNAS, Eddy Abdul Somadi, menyampaikan pihaknya memberikan bantuan biaya hidup bagi keluarga selama mendampingi DK di rumah sakit.

Selain itu, BAZNAS juga menyediakan tempat istirahat di rumah singgah agar keluarga dapat tetap fokus mendampingi proses pemulihan korban.

Orang tua korban, Andis Kuswara, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan dari berbagai pihak.

"Saya sangat berterima kasih kepada rumah sakit, pemerintah daerah, bapak wakil bupati, dan BAZNAS yang sudah membantu kami," ucapnya.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads