Pembangunan Fasilitas PSEL di TPA Sarimukti Dipercepat

Pembangunan Fasilitas PSEL di TPA Sarimukti Dipercepat

Whisnu Pradana - detikJabar
Rabu, 08 Apr 2026 23:00 WIB
Kondisi Zona Baru di TPA Sarimukti yang sudah beroperasi
TPA Sarimukti (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Pemerintah mempercepat rencana pengembangan Pengolahan Sampah jadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy di kawasan TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, dikebut.

Percepatan itu dituangkan dalam kesepakatan antara Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dengan Provinsi Jawa Barat, empat daerah di Bandung Raya yang bergantung pada TPA Sarimukti, lalu Kabupaten Purwakarta, serta Kabupaten Cianjur.

"Selain dengan kesepakatan yang sudah dibuat kemarin, juga mengacu ke Perpres Nomor 109 Tahun 2025 tentang Pengembangan PSEL di kawasan Sarimukti," kata Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Arief Perdana, saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teknisnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat ditugaskan menyiapkan lahan di kawasan Sarimukti, di dekat TPA Sarimukti. Proses persetujuan pinjam pakai lahan untuk PSEL Sarimukti akan diurus kementerian terkait.

ADVERTISEMENT

"Kebutuhannya sekitar 26 hektare, nanti kita akan bersurat ke Kementerian Kehutanan agar persetujuan pinjam pakai kawasan hutan segera diterbitkan," ujarnya.

Kemudian enam daerah meliputi Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, hingga Kabupaten Purwakarta akan menyuplai kebutuhan sampah sebagai bahan dasar yang akan diolah menjadi energi listrik

"Kebutuhannya mencapai 3.400 ton lebih per hari, jadi tidak cuma mengandalkan sampah dari Bandung Raya saja, tapi yang dari Cianjur dan Purwakarta juga akan dialihkan ke situ," ujarnya.

Sedangkan untuk pembangunan fasilitasnya, Pemprov Jabar menunggu arahan lanjutan dari pemerintah pusat. Pembiayaan pembangunan PSEL akan diambil oleh pemerintah pusat melalui PT. Danantara bersama mitra.

"Dari segi pembiayaan sudah jelas konstruksi nanti akan di cover langsung Danantara dan mitranya, jadi kita tidak mengeluarkan biaya. Tapi ada proses lagi, sehingga perkiraan saya mungkin akhir tahun 2026 atau awal 2027 (dimulai pembangunan)," katanya.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads