Ratusan Warga Tanjungsari Bogor Keracunan MBG, Standar Operasional Disorot

Ratusan Warga Tanjungsari Bogor Keracunan MBG, Standar Operasional Disorot

Andry Haryanto - detikJabar
Rabu, 08 Apr 2026 18:56 WIB
Dokter Latifah Hani
Dokter Latifah Hani (Foto: Andry Haryanto)
Bogor -

Distribusi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, memunculkan sorotan terhadap jenis menu yang diberikan kepada penerima manfaat. Program tersebut menyasar kelompok rentan, mulai dari balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui.

Menu yang disajikan dalam distribusi terakhir berupa mie ayam dengan pelengkap tahu atau pangsit serta sayuran. Makanan itu dikonsumsi oleh penerima manfaat di enam posyandu dalam satu desa.

Kepala Puskesmas Tanjungsari, Latifah Hani, menyatakan distribusi MBG di wilayahnya memang difokuskan untuk posyandu, bukan untuk siswa sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya MBG Posyandu, karena bukan siswa yang terkena ya, memang yang terdistribusi di Posyandu," ujar Hani, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/4/2026).

Karakter penerima manfaat tersebut menjadi perhatian tersendiri. Balita dan ibu menyusui memiliki kondisi fisiologis yang lebih sensitif, sehingga aspek keamanan pangan dan kesesuaian menu menjadi krusial.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, dapur MBG disebut telah melalui proses verifikasi sebelum beroperasi. Namun, jeda waktu sejak pemeriksaan awal dinilai berpotensi memengaruhi konsistensi penerapan standar di lapangan.

"Dari checklist tersebut sebenarnya sudah terpenuhi keseluruhan. Cuma mungkin karena checklist itu sudah beberapa bulan yang lalu," bener Hani.

Peninjauan ulang yang dilakukan setelah munculnya keluhan menemukan adanya beberapa kondisi yang tidak sepenuhnya sesuai dengan standar awal.

"Tadi pada saat kami datang kembali, ada beberapa yang memang terlewati dari checklist tersebut," ujarnya.

Pihak puskesmas menekankan bahwa keamanan makanan tidak hanya ditentukan oleh jenis menu, tetapi juga oleh seluruh rantai pengolahan. Mulai dari bahan baku, penyimpanan, proses memasak, hingga distribusi, seluruhnya harus berada dalam kontrol yang ketat.

"Untuk kasus keracunan itu kan mulai dari pembelian bahan makanan, penyimpanan, pengolahan, dan pendistribusian," katanya.

Di tingkat desa, distribusi MBG menjangkau ratusan penerima manfaat yang tersebar di enam posyandu. Sebagian makanan dikonsumsi langsung di lokasi, sementara sebagian lainnya dibawa pulang oleh warga.

Kepala Desa Pasir Tanjung, Rizal Baharudin Zen, menyebut kondisi tersebut membuat pengawasan konsumsi menjadi tidak seragam.

"Ada yang dibawa pulang, ada yang makan di tempat," ujarnya.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads