Viral di media sosial siswa mengembalikan paket menu makan bergizi gratis (MBG) ke dapur SPPG di Kabupaten Bandung. Diketahui pada Selasa (7/4/2026) lalu.
Kemudian setelah itu jajaran Forkopimcam langsung mendatangi lokasi dapur SPPG yang ada di Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot.
"Jadi anak-anak saat dibagikan MBG sekitar jam 9 jam 10-an pagi lah. Mereka ada yang merasa tidak pas terutama mah ada yang bilang 'bau' katanya kan gitu. Kemudian mereka inisiatif karena dekat tempatnya, membalikan ke SPPG yang menyalurkan gitu," ujar Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, kepada awak media, Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dapur SPPG tersebut diketahui merupakan binaan Kadin Kabupaten Bandung dan menyuplai beberapa sekolah di sekitar. Kemudian adanya peristiwa tersebut membuat beberapa sekolah terdampak.
"Ada beberapa sasaran sekolah, di SMP ada dua tempat, terus di SD ada tiga, juga di TK dan posyandu juga. Kondisinya sama kaya bau gitu. Adanya info bau itu, jadi sekolah lain juga kebanyakan besar memang dikembalikan tidak dikonsumsi," katanya.
Asep menjelaskan, setelah itu langsung dilakukan pemeriksaan kepada para siswa di beberapa sekolah. Pasalnya diketahui terdapat beberapa siswa yang sempat menyantap makanan tersebut.
"Karena memang kan anak-anak juga ada yang periksa dulu, ada yang memang ada lapar gitu ya makan. Tapi sebagian besar pada saat saat anak-anak yang lain dengar informasi dikembalikan ya mungkin pada tidak habis juga. Nah yang sudah terlanjur makan juga tidak habis gitu ya," jelasnya.
Menurutnya dari hasil pemeriksaan kepada para siswa tidak ditemukan adanya siswa yang keracunan. Sehingga saat ini fokusnya adalah melakukan evaluasi kepada dapur SPPG.
"Nah, sampai dengan kemarin tadi pagi juga sampai sekarang belum ada informasi lanjutan terkait efek dan alhamdulillah lah tidak ada keracunan dan atau hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya.
Menu yang dibagikan saat kejadian adalah nasi putih, ayam rendang, tempe orek, acar timun wortel, dan buah melon. Namun setelah dibuka oleh siswa kondisinya menimbulkan bau yang tidak sedap.
"Tapi yang yang jadi fokus ke hasil pemeriksaan ternyata memang hasil cek makanan tersebut memang tidak semuanya berbau, memang ada yang berbau ya lebih ke basi mungkin dan ada yang memang aman gitu," kata Asep.
Asep menyebutkan, dari pihak dapur SPPG melakukan proses memasak beberapa kali dan kelompok memasaknya yang berbeda. Sehingga dari makanan tersebut masih terdapat makanan yang dalam kondisi baik.
"Jadi memang kalau kemarin dihitung ya kita juga tidak bisa menghitung pastinya. ada yang basi, ada yang tidak. Ya, hitungannya 50 per 50 persen lah menurut SPPG. Nah, mereka juga mengakui lah," ucap Asep.
Dia menambahkan, dapur SPPG tersebut dinonaktifkan sementara imbas adanya peristiwa tersebut. Dengan itu pihak dapur bisa melakukan evaluasi terkait pengelolaan menu MBG.
"Jadi yang lainnya sudah ditangani sesuai prosedur oleh BGN melalui Korcam pokoknya kemarin. Dan BGN memutuskan sudah suspend sementara 2 hari dulu dapur itu, sambil evaluasi," tegasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Desa Citeureup, Putra Angga mengakui adanya pengembalian makanan tersebut yang dilakukan siswa. Bahkan dirinya menyampaikan permintaan maaf atas adanya peristiwa tersebut.
"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh penerima manfaat atas kegaduhan yang terjadi sehingga menimbulkan keramaian di sosial media," kata Putra, dalam keterangannya.
Putra menyadari dengan adanya peristiwa tersebut mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Maka dirinya akan bertanggung jawab atas adanya peristiwa tersebut.
"Kami bertanggung jawab penuh dan berkomitmen segera melakukan perbaikan serta penanganan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali," jelasnya.
Dia menuturkan akan melakukan evaluasi terkait pengelolaan makanan yang ada di dapurnya. Dengan harapan peristiwa tersebut tidak terulang kembali pada masa mendatang.
"Langkah-langkah evaluasi dan pembenahan sistem kebersihan serta pengelolaan dapur saat ini sedang kami lakukan sebagai bentuk keseriusan kami dalam menjaga kualitas layanan," pungkasnya.
(yum/yum)
