Ledakan yang menghancurkan arena padel di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (9/4/2026) pagi masih menyisakan misteri.
Di tengah puing-puing bangunan yang berserakan, polisi mulai mengerucutkan penyelidikan dengan dugaan awal mengarah pada kebocoran gas, namun kepastian masih menunggu hasil uji forensik.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 05.15 WIB itu tak hanya merusak bangunan lapangan padel, tetapi juga berdampak ke lingkungan sekitar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah sekolah dasar di dekat lokasi dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari kaca pecah hingga plafon yang ambruk. Bangunan lain di sekitar lokasi pun ikut terdampak, memancing warga berdatangan ke tempat kejadian.
Kapolsek Gunung Putri, Aulia Robby, membenarkan peristiwa tersebut. Meski kerusakan cukup parah, ia memastikan tidak ada korban dalam kejadian ini.
"Benar (ada ledakan), iya nihil (korban)," kata Robby.
Sementara penyelidikan berjalan, dugaan awal penyebab ledakan mulai mengemuka. Kepala Subsektor Pemadam Kebakaran Gunung Putri, Hendra Kurniawan, menyebut indikasi kuat mengarah pada kebocoran gas elpiji 12 kilogram.
"Diduga ada kebocoran gas 12 kilo. Kebocoran tidak ketahuan, lalu saat dua karyawan menyalakan lampu muncul ledakan," ujarnya.
Gas yang terakumulasi di dalam ruangan diduga memicu ledakan hebat saat tersulut percikan listrik. Meski demikian, polisi belum mengambil kesimpulan akhir dan masih mendalami berbagai kemungkinan.
"Belum, masih diselidiki (penyebabnya)," ucap Robby.
Seiring pendalaman kasus, jumlah saksi yang diperiksa terus bertambah. Hingga saat ini, polisi telah memintai keterangan dari lima orang yang berkaitan langsung dengan lokasi kejadian.
"Saksi saat ini ada lima orang, terdiri dari pegawai, manajemen, pemilik, dan satpam. Kemungkinan akan ada pengembangan lagi nanti," ujar Robby.
Untuk memastikan penyebab pasti, polisi juga melibatkan tim laboratorium forensik. Sejumlah sampel dari lokasi telah diamankan dan kini tengah dianalisis.
"Sampel sudah dibawa oleh puslabfor tadi. Untuk hasilnya kami masih menunggu," kata dia.
(bba/dir)
