Sebuah ledakan keras mengguncang arena lapangan padel di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Kamis (9/4/2026) pagi. Kerasnya ledakan memicu kepanikan warga karena turut merusak bangunan Sekolah Dasar (SD) di sekitarnya.
Pihak kepolisian dan pemadam kebakaran langsung turun tangan mengamankan lokasi. Berikut 5 fakta lengkap peristiwa yang dihimpun detikJabar:
1. Polisi Pastikan Tidak Ada Korban
Dampak ledakan ini membuat puing-puing bangunan berserakan, memecahkan kaca, dan merusak plafon SD yang berdekatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tingkat kerusakannya cukup parah, polisi memastikan tidak ada korban karena peristiwa terjadi pagi hari saat belum ada aktivitas. Kapolsek Gunung Putri Kompol Aulia Robby membenarkan kejadian tersebut.
"Benar (ada ledakan), iya nihil (korban)," kata Robby.
2. Pemicu Diduga Saat Karyawan Nyalakan Lampu
Terkait sumber ledakan, Kepala Subsektor Pemadam Kebakaran Gunung Putri, Hendra Kurniawan, mengungkap temuan awal di lapangan. Insiden ini disinyalir kuat berasal dari akumulasi gas elpiji yang terpicu sakelar listrik.
"Diduga ada kebocoran gas 12 kilo. Kebocoran tidak ketahuan, lalu saat dua karyawan menyalakan lampu muncul ledakan," ujar Hendra.
3. Penyebab Pasti Masih Diselidiki
Meski ada indikasi awal dari pihak pemadam kebakaran terkait kebocoran gas, pihak kepolisian belum mau terburu-buru mengambil kesimpulan akhir dan masih terus melakukan pendalaman.
"Belum, masih diselidiki (penyebabnya)," ucapnya.
4. Periksa Lima Orang Saksi
Dalam proses penyelidikannya, polisi telah memanggil sejumlah pihak yang berkaitan langsung dengan operasional tempat olahraga tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Saksi saat ini ada lima orang, terdiri dari pegawai, manajemen, pemilik, dan satpam. Kemungkinan akan ada pengembangan lagi nanti," ujar Robby, Kamis (9/4/2026).
5. Puslabfor Amankan Sampel dari TKP
Saat ini, area lokasi kejadian telah diamankan. Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) juga sudah turun tangan mengambil sampel barang bukti dari TKP untuk memastikan sumber utama ledakan secara ilmiah.
"Kami masih menunggu Puslabfor untuk hasil penyebabnya," kata Aulia.
"Sampel sudah dibawa oleh puslabfor tadi. Untuk hasilnya kami masih menunggu," kata dia menambahkan.
(sya/mso)