Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan. Kali ini, ratusan pelajar SMAN 1 Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan tersebut.
Lantas bagaimana kronologinya? Berikut ini rangkuman 7 faktanya: .
Seorang Pelajar Dirujuk ke RS
Akibat kejadian ini, belasan pelajar dibawa ke Puskesmas Cisayong untuk mendapatkan penanganan medis pada Kamis (9/4). Satu orang pelajar bahkan harus dirujuk ke RSUD KHZ Musthafa karena kondisinya yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terdeteksi 114 orang, 14 dirawat. Ini makannya kemarin Rabu, bukan hari ini Kamis, tapi mulai kerasa malamnya," ujar Guru SMAN 1 Cisayong, Arif di Puksesmas Cisayong, Jumat (10/4/2026).
Alami Mual hingga Buang Air Terus-terusan
Pihak sekolah mendeteksi sebanyak 114 siswa mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, dan buang air terus-menerus. Dari jumlah tersebut, 17 siswa harus dilarikan ke Puskesmas Cisayong untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
"Jadi dirawat di Puskesmas beberapa dan sisanya ada yang balik lima orang," kata Arif.
Siswa dengan Gejala Ringan Diperbolehkan Pulang
Camat Cisayong, Ayi Mulyana membenarkan kejadian tersebut. Para korban langsung ditangani petugas medis dengan pemberian cairan infus serta obat-obatan. Sementara itu, siswa lain yang hanya mengalami gejala ringan diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi.
"Sudah ditangani oleh petugas medis. Penyebab dan lainya masih dalam penyelidikan," kata Ayi Mulyana pada detikJabar, Jumat (10/4) pagi.
Sampel Makanan Diteliti
Berdasarkan pengakuan sejumlah siswa, mereka mulai merasakan gejala keracunan usai mengonsumsi sayur sup dari program MBG. Petugas gabungan pun langsung mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium. Sejumlah saksi, termasuk para korban, juga dimintai keterangan guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
"Kami Forkopimcam hadir untuk pastikan para korban mendapatkan pelayanan yang baik. Bagi siswa yang merasakan gejala yang sama segera datangi layanan medis terdekat," ujar Ayi Mulyana.
Pemkab Tasikmalaya Turun Tangan
Ketua Tim Satgas MBG Tasikmalaya, Ruby Azhari memastikan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya langsung menangani persoalan ini secara serius. Satgas sudah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium di Bandung.
Asisten daerah ini menyebutkan bahwa penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih dalam tahap penyelidikan mendalam.
"Dugaan keracunan makanan penerima manfaat yang mengkonsumsi menu MBG. Penyebab Masih diselidiki karena baru kita ambil sampel dan dikirim ke lab di Bandung," kata Ruby Azhara.
Operasional SPPG Diberhentikan Sementara
Satgas MBG memastikan para korban mendapatkan penanganan medis yang maksimal. Kejadian ini pun telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Buntut dari peristiwa ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bersangkutan telah diberhentikan operasionalnya oleh BGN terhitung mulai Jumat (10/4).
"Kami memastikan korban ditangani dengan baik, melaporkan ke BGN dan SPPG tersebut per hari ini diberhentikan operasional sementara oleh BGN," kata Ruby.
Menyayangkan Kejadian Keracunan
Ruby menambahkan bahwa pihaknya sangat menyayangkan peristiwa dugaan keracunan program MBG ini kembali terulang. Pihaknya meminta agar seluruh pengelola SPPG lebih berhati-hati dalam mengolah makanan.
"Sangat menyayangkan terjadi kejadian ini dan menghimbau sppg di wilayah Kabupaten Tasik agar semakin serius dan berhati hati jangan ada lagi masyarakat yg menjadi korban," pungkas Ruby.
(wip/sud)