Masih Ingat OTG hingga PPKM? Ini Istilah yang Lahir di Masa COVID-19

Masih Ingat OTG hingga PPKM? Ini Istilah yang Lahir di Masa COVID-19

Yudha Maulana - detikJabar
Senin, 13 Apr 2026 08:30 WIB
Municipal worker removed a mural promoting awareness of the coronavirus disease (Covid-19) and replaced it with another image in Jakarta, Indonesia, on May 09, 2023. The World Health Organization (WHO) has declared that Covid-19 is over as a global health emergency. But they warned that the decision to lift the emergency did not signal an end to the pandemic, and cautioned countries not to take this as a reason to dismantle the Covid response system. The Indonesian Ministry of Health is preparing to make the transition from pandemic to endemic (Photo by Agoes Rudianto/NurPhoto via Getty Images)
Mural tentang COVID-19 yang dihapus di Jakarta (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Bandung -

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua warga Depok, Jawa Barat yang terkonfimasi positif COVID-19. Penyakit yang kala itu, hanya terdengar terjadi di negara tetangga.

Perlahan tapi pasti, ritme kehidupan berjalan dengan irama yang berbeda seiring dengan penemuan klaster-klaster penyebaran virus Corona. Bersamaan dengan itu, muncul istilah-istilah medis yang awalnya asing, mendadak jadi akrab di telinga dan diucapkan.

Apa saja istilah yang kala itu muncul :

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. OTG, ODP, PDP

Di awal pandemi, publik akrab dengan tiga istilah ini:

  • OTG (Orang Tanpa Gejala): orang yang terinfeksi tapi tidak menunjukkan gejala
  • ODP (Orang Dalam Pemantauan): orang dengan gejala ringan atau riwayat kontak
  • PDP (Pasien Dalam Pengawasan): pasien dengan gejala lebih serius

Istilah ini kemudian disederhanakan menjadi suspek, probable, dan konfirmasi untuk mengikuti standar global.

ADVERTISEMENT

2. PSBB hingga PPKM

Mobilitas masyarakat dibatasi melalui berbagai kebijakan:

  • PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar): Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah kebijakan pemerintah Indonesia berupa pembatasan kegiatan tertentu penduduk di suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19, bertujuan mencegah penyebaran virus corona.
  • PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat): PPKM adalah singkatan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, sebuah kebijakan Pemerintah Indonesia untuk membatasi aktivitas warga guna mengendalikan penyebaran COVID-19. Kebijakan ini diterapkan melalui sistem level (1-4) berdasarkan tingkat risiko penularan di tiap wilayah.
  • PPKM Darurat & PPKM Mikro: kebijakan pengetatan aktivitas masyarakat yang diberlakukan di Jawa dan Bali pada 3-20 Juli 2021 untuk meredam lonjakan kasus COVID-19, ditandai dengan penutupan mal/area publik, 100% WFH untuk sektor non-esensial, dan syarat perjalanan yang lebih ketat.

Bagi banyak orang, istilah ini identik dengan jalanan sepi dan aktivitas yang dibatasi.

3. 3M dan 5M

Kampanye kesehatan yang terus digaungkan:

  • 3M: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak
  • 5M: 3M yang ditambah menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas

Istilah ini menjadi slogan nasional yang melekat kuat di ingatan publik.

4. Swab, PCR, dan Rapid Test

Tes kesehatan juga menjadi istilah umum:

  • Swab test: Swab test (tes usap) adalah metode pengambilan sampel lendir dari hidung (nasofaring) atau tenggorokan (orofaring) menggunakan alat khusus seperti kapas lidi untuk mendeteksi infeksi virus atau bakteri, terutama COVID-19
  • PCR: Teknologi ini sangat sensitif dan akurat untuk mendeteksi materi genetik virus/bakteri, yang umum digunakan dalam diagnosis infeksi aktif (seperti COVID-19), forensik, serta penelitian genetik
  • Rapid test: Tes cepat dengan hasil lebih singkat

Dulu muncul klinik-klinik baru yang menjajakan jasa swab test ramai dikunjungi warga, harganya pun relatif tinggi untuk PCR. Namun belakangan, tren ini menurun seiring dengan menurunnya jumlah kasus COVID-19 dan adanya vaksin.

5. Isoman, Isoter, dan BOR

Saat rumah sakit penuh, muncul istilah:

  • Isoman (isolasi mandiri): perawatan di rumah
  • Isoter (isolasi terpusat): fasilitas khusus dari pemerintah
  • BOR (Bed Occupancy Rate): tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit

Angka BOR sempat menjadi indikator krisis di berbagai daerah.

6. Vaksin, Booster, dan Herd Immunity

Masuk fase penanganan:

  • Vaksin dosis 1, 2, booster
  • KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)
  • Herd immunity (kekebalan kelompok)

Program vaksinasi menjadi harapan besar untuk mengendalikan pandemi.

7. Istilah Sosial: New Normal hingga WFH

Pandemi juga mengubah gaya hidup:

  • New normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB): kehidupan baru dengan protokol kesehatan
  • WFH (Work From Home): bekerja dari rumah
  • SFH (School From Home) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ): sekolah daring
  • Zoom meeting / Zoom fatigue: lelah karena rapat online

Istilah-istilah ini mencerminkan perubahan sosial yang masif, dan bahkan sebagian istilah itu tetap digunakan sampai saat ini seperti WFH.

Lebih dari tiga tahun berlalu, situasi berangsur membaik. Pada 5 Mei 2023, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencabut status darurat kesehatan global COVID-19. Di Indonesia, status pandemi resmi dicabut pada 21 Juni 2023. Masyarakat mulai kembali ke rutinitas, masker perlahan dilepas, dan aktivitas kembali normal.

Kini, istilah-istilah itu mungkin jarang terdengar. OTG, PPKM, hingga isoman perlahan menghilang dari percakapan sehari-hari. Tapi bagi banyak orang, kata-kata tersebut akan selalu mengingatkan pada satu masa, saat manusia hidup dengan cara yang tak terbayangkan sebelumnya.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads