2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua warga Depok, Jawa Barat yang terkonfimasi positif COVID-19. Penyakit yang kala itu, hanya terdengar terjadi di negara tetangga.
Perlahan tapi pasti, ritme kehidupan berjalan dengan irama yang berbeda seiring dengan penemuan klaster-klaster penyebaran virus Corona. Bersamaan dengan itu, muncul istilah-istilah medis yang awalnya asing, mendadak jadi akrab di telinga dan diucapkan.
Apa saja istilah yang kala itu muncul :
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. OTG, ODP, PDP
Di awal pandemi, publik akrab dengan tiga istilah ini:
- OTG (Orang Tanpa Gejala): orang yang terinfeksi tapi tidak menunjukkan gejala
- ODP (Orang Dalam Pemantauan): orang dengan gejala ringan atau riwayat kontak
- PDP (Pasien Dalam Pengawasan): pasien dengan gejala lebih serius
Istilah ini kemudian disederhanakan menjadi suspek, probable, dan konfirmasi untuk mengikuti standar global.
2. PSBB hingga PPKM
Mobilitas masyarakat dibatasi melalui berbagai kebijakan:
- PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar): Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah kebijakan pemerintah Indonesia berupa pembatasan kegiatan tertentu penduduk di suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19, bertujuan mencegah penyebaran virus corona.
- PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat): PPKM adalah singkatan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, sebuah kebijakan Pemerintah Indonesia untuk membatasi aktivitas warga guna mengendalikan penyebaran COVID-19. Kebijakan ini diterapkan melalui sistem level (1-4) berdasarkan tingkat risiko penularan di tiap wilayah.
- PPKM Darurat & PPKM Mikro: kebijakan pengetatan aktivitas masyarakat yang diberlakukan di Jawa dan Bali pada 3-20 Juli 2021 untuk meredam lonjakan kasus COVID-19, ditandai dengan penutupan mal/area publik, 100% WFH untuk sektor non-esensial, dan syarat perjalanan yang lebih ketat.
Bagi banyak orang, istilah ini identik dengan jalanan sepi dan aktivitas yang dibatasi.
3. 3M dan 5M
Kampanye kesehatan yang terus digaungkan:
- 3M: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak
- 5M: 3M yang ditambah menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas
Istilah ini menjadi slogan nasional yang melekat kuat di ingatan publik.
4. Swab, PCR, dan Rapid Test
Tes kesehatan juga menjadi istilah umum:
- Swab test: Swab test (tes usap) adalah metode pengambilan sampel lendir dari hidung (nasofaring) atau tenggorokan (orofaring) menggunakan alat khusus seperti kapas lidi untuk mendeteksi infeksi virus atau bakteri, terutama COVID-19
- PCR: Teknologi ini sangat sensitif dan akurat untuk mendeteksi materi genetik virus/bakteri, yang umum digunakan dalam diagnosis infeksi aktif (seperti COVID-19), forensik, serta penelitian genetik
- Rapid test: Tes cepat dengan hasil lebih singkat
Dulu muncul klinik-klinik baru yang menjajakan jasa swab test ramai dikunjungi warga, harganya pun relatif tinggi untuk PCR. Namun belakangan, tren ini menurun seiring dengan menurunnya jumlah kasus COVID-19 dan adanya vaksin.
5. Isoman, Isoter, dan BOR
Saat rumah sakit penuh, muncul istilah:
- Isoman (isolasi mandiri): perawatan di rumah
- Isoter (isolasi terpusat): fasilitas khusus dari pemerintah
- BOR (Bed Occupancy Rate): tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit
Angka BOR sempat menjadi indikator krisis di berbagai daerah.
6. Vaksin, Booster, dan Herd Immunity
Masuk fase penanganan:
- Vaksin dosis 1, 2, booster
- KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)
- Herd immunity (kekebalan kelompok)
Program vaksinasi menjadi harapan besar untuk mengendalikan pandemi.
7. Istilah Sosial: New Normal hingga WFH
Pandemi juga mengubah gaya hidup:
- New normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB): kehidupan baru dengan protokol kesehatan
- WFH (Work From Home): bekerja dari rumah
- SFH (School From Home) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ): sekolah daring
- Zoom meeting / Zoom fatigue: lelah karena rapat online
Istilah-istilah ini mencerminkan perubahan sosial yang masif, dan bahkan sebagian istilah itu tetap digunakan sampai saat ini seperti WFH.
Lebih dari tiga tahun berlalu, situasi berangsur membaik. Pada 5 Mei 2023, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencabut status darurat kesehatan global COVID-19. Di Indonesia, status pandemi resmi dicabut pada 21 Juni 2023. Masyarakat mulai kembali ke rutinitas, masker perlahan dilepas, dan aktivitas kembali normal.
Kini, istilah-istilah itu mungkin jarang terdengar. OTG, PPKM, hingga isoman perlahan menghilang dari percakapan sehari-hari. Tapi bagi banyak orang, kata-kata tersebut akan selalu mengingatkan pada satu masa, saat manusia hidup dengan cara yang tak terbayangkan sebelumnya.
(yum/yum)