Pentingnya Sekolah Jadi Ruang Latihan Demokrasi Sejak Dini

Pentingnya Sekolah Jadi Ruang Latihan Demokrasi Sejak Dini

Bima Bagaskara - detikJabar
Senin, 13 Apr 2026 16:00 WIB
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dar Fraksi NasDem, Mamat Rachmat.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dar Fraksi NasDem, Mamat Rachmat. (Foto: Istimewa)
Bandung -

Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika politik yang kian kompleks, pendidikan demokrasi tak lagi cukup diajarkan lewat teori. Karena itu, sekolah justru dianggap mampu menjadi ruang paling awal untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda.

Hal itu ia sampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dar Fraksi NasDem, Mamat Rachmat. Ia menekankan bahwa praktik demokrasi bisa dan seharusnya dimulai dari lingkungan terdekat pelajar.

"Sekolah adalah laboratorium demokrasi. Di sinilah generasi muda belajar tentang musyawarah, kepemimpinan, dan bagaimana menentukan pilihan secara bijak," ujar Kang Rachmat, sapaannya, Senin (13/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pengalaman berdemokrasi tidak harus menunggu terlibat dalam politik praktis. Aktivitas sederhana di sekolah seperti pemilihan ketua kelas atau organisasi siswa justru menjadi fondasi penting.

ADVERTISEMENT

Dari sana, pelajar belajar menyampaikan gagasan, mendengar perbedaan pendapat, hingga mengambil keputusan bersama sebuah proses yang mencerminkan praktik demokrasi sesungguhnya.

Pengalaman-pengalaman kecil ini, kata dia, akan membentuk karakter siswa dalam bersikap, terutama dalam menghargai perbedaan dan bertanggung jawab atas pilihan.

"Melalui proses tersebut, siswa dilatih untuk menyampaikan gagasan, mendengarkan pendapat, serta mengambil keputusan secara bersama-sama," katanya.

Namun, Mamat mengingatkan bahwa pendidikan demokrasi di era digital menghadapi tantangan baru. Informasi yang melimpah bisa menjadi pedang bermata dua jika tidak diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis.

"Pemahaman demokrasi harus diiringi dengan kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks atau informasi yang menyesatkan," ucap dia.

Dengan bekal pemahaman demokrasi yang kuat dan sikap kritis, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam kehidupan berbangsa.

Melalui pendekatan ini, sekolah diharapkan tak sekadar menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang tumbuhnya kesadaran bernegara. Dari ruang kelas hingga organisasi siswa, semua bisa menjadi arena latihan demokrasi yang sehat.




(bba/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads