Belingsatan Puluhan WNA Saat Tinggalkan 'Kantor Siber' di Sukabumi

Belingsatan Puluhan WNA Saat Tinggalkan 'Kantor Siber' di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Selasa, 14 Apr 2026 09:19 WIB
Penampakan resort yang menjadi tempat aktivitas siber ilegal WNA di Sukabumi
Penampakan resort yang menjadi tempat aktivitas siber ilegal WNA di Sukabumi (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Puluhan Warga Negara Asing (WNA) yang diduga terlibat aktivitas siber ilegal di penginapan Grand Desa Resort kawasan Cimaja, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi berhasil melarikan diri sesaat sebelum berhasil digerebek petugas Imigrasi Kelas 1 Non TPI Sukabumi.

Pantauan detikJabar di lokasi pada Selasa (14/4/2026) penginapan tersebut mengungkap betapa matangnya persiapan operasional puluhan WNA China sebelum akhirnya melarikan diri dari sergapan petugas Imigrasi.

Lokasi yang semula diduga hanya tempat menginap biasa, ternyata telah dimodifikasi menyerupai pusat operasional siber yang masif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beralih ke area kamar, terlihat kondisi yang sangat kontras. Di satu sisi, ruangan-ruangan tersebut berisi tempat tidur dengan kasur yang berantakan dan bantal yang berserakan, menandakan adanya aktivitas tinggal dalam jumlah orang yang padat.

Penampakan resort yang menjadi tempat aktivitas siber ilegal WNA di SukabumiPenampakan resort yang menjadi tempat aktivitas siber ilegal WNA di Sukabumi Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

Beberapa boks karton kosong juga tertinggal di atas ranjang, diduga bekas wadah perangkat elektronik yang baru dikeluarkan.

ADVERTISEMENT

Bergeser ke area 'kerja', ditemukan ruangan yang telah disulap menjadi kantor darurat. Meja-meja panjang kayu ditata berjejer memenuhi ruangan, lengkap dengan kursi-kursi kantor yang masih berada di posisinya.

Sebelumnya petugas menemukan barang bukti kuat berupa satu unit mobil bak terbuka di area penginapan. Di atas kendaraan yang sudah tertutup terpal tersebut, ditemukan puluhan monitor dan PC yang sudah tersusun rapi dan diduga akan ikut dibawa kabur.

Meski komputer dan monitor telah diangkut ke dalam mobil bak terbuka, kabel-kabel jaringan dan terminal listrik masih menjuntai di dinding dan bawah meja.

Sejumlah kipas angin berdiri di sudut-sudut ruangan, diduga untuk meredam suhu panas dari puluhan perangkat elektronik yang menyala selama 24 jam.

Penampakan resort yang menjadi tempat aktivitas siber ilegal WNA di SukabumiPenampakan tumpukan dus berisi air mineral Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

Hal yang paling mencolok adalah temuan logistik di teras salah satu bangunan. Ratusan botol air mineral ukuran besar tertata rapi di lantai teras, menunjukkan kelompok ini telah menyiapkan stok kebutuhan pokok untuk waktu yang lama agar tidak perlu sering keluar dari area resort dan mengundang kecurigaan warga.

Sisa-sisa makanan, botol minuman plastik, hingga kotak susu yang masih terbuka ditemukan di atas meja kerja, memberikan gambaran bahwa para WNA ini meninggalkan lokasi dengan sangat terburu-buru sesaat sebelum petugas datang.

Di beberapa sudut ruangan juga terlihat router WiFi dan perangkat penguat sinyal yang masih menempel di dinding, memperkuat bukti adanya aktivitas transmisi data skala besar dari lokasi tersebut.

Kini, area penginapan yang biasanya tenang itu menjadi saksi bisu operasional terselubung jaringan asing. Pihak Imigrasi masih terus melakukan pendataan di setiap sudut ruangan untuk mencari dokumen atau petunjuk lain yang tertinggal guna melacak jaringan ini lebih jauh.

Halaman 2 dari 2
(sya/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads