Baru 3 Bulan Dibangun, Jembatan di Sukabumi Hanyut Diterjang Banjir

Baru 3 Bulan Dibangun, Jembatan di Sukabumi Hanyut Diterjang Banjir

Siti Fatimah - detikJabar
Selasa, 14 Apr 2026 18:37 WIB
Ilustrasi banjir.
Ilustrasi. (Foto: Unsplash/Lucas Hron)
Sukabumi -

Sebuah video berdurasi 2 menit 14 detik merekam BeritaKlik-BeritaKlik jembatan bambu di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, terseret derasnya arus banjir. Rekaman yang viral di media sosial tersebut memperlihatkan dahsyatnya aliran sungai hingga merobohkan jembatan darurat tersebut.

Peristiwa itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Sukabumi dalam beberapa hari terakhir. Debit air sungai meningkat drastis hingga meluap dan menghantam jembatan penghubung dua kampung tersebut pada Selasa (14/4/2026) sore.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jembatan darurat itu dilaporkan putus total, meski baru saja selesai dibangun dan diresmikan pada 5 Januari lalu. Jembatan ini merupakan hasil kolaborasi kemanusiaan antara Yayasan Sehati Bergerak Bersama, Palang Merah Indonesia (PMI), serta swadaya masyarakat setempat.

"Bagi warga Kampung Tanggeng dan Kampung Cipiit, jembatan tersebut menjadi akses vital. Putusnya jembatan membuat aktivitas warga terganggu, mulai dari kegiatan ekonomi, sosial, hingga akses anak-anak menuju sekolah," kata Founder Yayasan Sehati Bergerak Bersama, Andri Kurniawan.

ADVERTISEMENT

Sisa material bambu tampak hanyut terbawa arus, sementara sebagian lainnya tersangkut di tepi sungai. Warga pun terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh atau menunggu air surut untuk bisa menyeberang secara manual.

Andri mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Ia menyebut cuaca ekstrem menjadi penyebab utama jembatan darurat itu tak mampu bertahan.

"Mungkin karena hujan sangat deras pada hari ini dan beberapa hari yang lalu, dampaknya jembatan darurat yang kita bangun tiga bulan yang lalu hari ini terbawa lagi oleh banjir," ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa jembatan darurat bukan solusi jangka panjang. Ia mendorong adanya penanganan lebih serius dari pemerintah daerah agar segera membangun infrastruktur yang lebih permanen.

"Harapan saya, mudah-mudahan pemerintah segera memberikan penanganan yang begitu cepat. Supaya akses warga ke dua kampung ini bisa kembali berjalan normal," tutupnya.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads