Ngeri! Dua Biawak Jumbo Bersarang di Plafon Rumah Warga Kuningan

Ngeri! Dua Biawak Jumbo Bersarang di Plafon Rumah Warga Kuningan

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Rabu, 15 Apr 2026 10:12 WIB
Proses evakuasi biawak yang masuk rumah warga di Kuningan
Foto: Istimewa
Kuningan -

Dua ekor biawak berukuran besar menyusup ke rumah warga di Desa Nusaherang, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan. Hewan melata tersebut bersarang di plafon hingga menyebabkan material atap hancur dan berjatuhan.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusuma, menjelaskan keberadaan biawak tersebut pertama kali diketahui pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Pemilik rumah bernama Tati terkejut saat melihat biawak masuk ke area plafon.

Meski sempat berupaya mengusir secara mandiri, biawak tersebut tetap bertahan di atap hingga malam hari. Khawatir akan keselamatan penghuni, Tati akhirnya meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kuningan untuk melakukan evakuasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut keterangan korban, Tati, biawak diketahui sekitar jam 4 sore ada di atap rumahnya dan menyebabkan plafon jatuh. Karena biawak masih berada di atap rumahnya sampai malam, akhirnya putri korban menghubungi call center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kuningan untuk mengevakuasi dan menangkap biawak tersebut karena takut membahayakan," tutur Arga, Rabu (15/4/2026).

Proses evakuasi biawak yang masuk rumah warga di KuninganProses evakuasi biawak yang masuk rumah warga di Kuningan Foto: Istimewa

Merespons laporan tersebut, Damkar Kuningan menerjunkan empat personel ke lokasi. Petugas sempat mengalami kesulitan karena ruang plafon yang sempit serta pergerakan biawak yang sangat lincah.

ADVERTISEMENT

Setelah berjibaku selama dua jam, kedua biawak tersebut akhirnya berhasil diamankan. Petugas terpaksa membongkar beberapa titik plafon agar bisa menjangkau posisi persembunyian hewan tersebut.

"Mulai proses evakuasi sekitar pukul 21.50 WIB dan baru selesai dievakuasi sekitar pukul 23.50 WIB. Hambatannya karena biawak berada di plafon rumah yang sempit sehingga anggota kesulitan untuk menangkapnya. Anggota harus membuka plafon rumah di beberapa titik untuk memudahkan menangkap biawak yang selalu berpindah tempat," tutur Arga.

Arga merinci, kedua biawak tersebut memiliki ukuran yang berbeda. Biawak pertama memiliki panjang 1 meter dengan berat 6 kilogram, sementara biawak kedua mencapai panjang 1,5 meter dengan berat 10 kilogram. Diduga, hewan ini berasal dari sungai yang lokasinya tak jauh dari pemukiman.

Akibat kejadian ini, pemilik rumah mengalami kerugian material lantaran plafon rumah jebol dan berlubang. Damkar Kuningan pun mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap ancaman hewan liar. Jika menemukan kejadian serupa, warga diminta segera menghubungi Call Center Damkar Kuningan di nomor (0232) 871113.




(tya/tey)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads