Bau tak sedap tercium menyengat dari aliran Sungai Cikeruh yang berada di Kampung Sukarame, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Bau tak sedap dan menusuk ke hidung itu berasal dari tumpukan sampah yang mengalir di aliran sungai itu.
Pantauan detikJabar, Rabu (15/4/2026) sampah beragam jenis, didominasi sampah plastik dan Styrofoam itu menumpuk di Pintu Air Sukarame. Tidak seperti sebelumnya, sampah yang mengalir di pintu air ini lolos dan tidak tertahan sehingga mengalir ke aliran sungai yang nantinya akan bermuara ke Sungai Citarum.
"Sampahnya bau, mungkin ada bangkai hewan yang ikut hanyut," kata Deden (34) warga sekitar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deden sebut, sampah ini merupakan sampah warga yang sengaja dibuang ke aliran sungai.
"Ya sampah warga, cuman warga mananya gak tahu, lihat saja itu sampah bungkus makanan, pasti sampah warga lah," ujar Deden.
Deden membenarkan, sebelumnya pintu sungai ini kerap ditutup, kalau ada sampah tertahan di sini sampah numpuk, namun karena sekarang pintunya dibuka sampah jadi mengalir ke sugai.
"Pintunya diuka, jadi tumpukannya tidak seperti sebelumnya," tambahnya.
Sampah menumpuk di bawah jembatan penyebrangan motor yang berada di aliran Sungai Cikeruh. Foto: Wisma Putra/detikJabar |
Tak hanya di titik itu, tumpukan sampah yang lolos dari pintu air itu juga tertahan di bawah jembatan penyeberangan motor. Sampah tertahan di jembatan itu karena debit air sungai sedang naik. Bahkan saat debit sungai sedang tinggi, sampah meluber ke sempadan sungai yang ada di sisi kiri dan kanan sungai tersebut.
Warga lainnya Sahli (44) menyayangkan masih banyak orang yang buang sampah sembarangan dan membuang sampah ke sungai.
"Miris sih ya masih banyak warga yang tidak peduli sama lingkungan. Harusnya mereka sadar, dampak buang sampah ke sungai akan merugikan masyarakat lain," tuturnya.
Sahli berharap, pemerintah berperan aktif dalam memberikan sosialisasi tentang sampah kepada warga agar tidak buang sampah sembarangan.
"Ngeri juga kalau dibiarkan seperti ini, bisa makin parah dan banjir bisa makin lama durasinya," pungkasnya.
(wip/yum)

