Misteri Kerangka di Citarum Terkuak, Korban Hilang Saat Memancing

Misteri Kerangka di Citarum Terkuak, Korban Hilang Saat Memancing

Yuga Hassani - detikJabar
Jumat, 17 Apr 2026 14:34 WIB
Petugas saat melakukan evakuasi kerangka manusia di bantaran sungai Citarum, Kabupaten Bandung
Petugas saat melakukan evakuasi kerangka manusia di bantaran sungai Citarum, Kabupaten Bandung (Foto: Istimewa)
Kabupaten Bandung -

Identitas kerangka manusia yang ditemukan di Sungai Citarum, Kabupaten Bandung, kini menemui titik terang. Pihak keluarga telah membawa jasad tersebut dan menolak proses autopsi.

Kapolsek Baleendah AKP Hendri Noki Rukmansyah mengatakan, pihak keluarga telah mengonfirmasi identitas korban bernama Indra Haerudin (32). Pria tersebut diketahui telah hilang sejak awal April 2026 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya penemuan kerangka kemarin itu dipastikan bernama Indra Haerudin, warga Kampung Bojongkalong, Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay," ujar Hendri, kepada awak media, Jumat (17/4/2026).

Identitas korban terungkap setelah pihak keluarga melakukan pencocokan ciri fisik serta memeriksa barang-barang yang melekat pada jenazah tersebut.

ADVERTISEMENT

"Pihak keluarga, dalam hal ini adik korban, mengenali ciri-ciri khusus seperti pakaian yang dikenakan, rambut pirang, serta gelang karet dan gelang tali yang masih melingkar di tangan korban," katanya.

Hendri mengungkapkan, berdasarkan keterangan keluarga, Indra dilaporkan hilang sejak Senin (5/4/2026). Korban diketahui memiliki hobi memancing di pinggiran Sungai Citarum.

"Selain itu, menurut keluarganya, Indra juga mempunyai riwayat penyakit lambung (mag)," jelasnya.

Jenazah tersebut diduga meninggal dunia lebih dari dua pekan lalu. Hal ini merujuk pada hasil pemeriksaan tim Inafis Polresta Bandung.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, tim Inafis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari saku celana korban pun petugas menemukan uang tunai sejumlah Rp 80.000 dalam pecahan satu lembar Rp 50.000 dan enam lembar Rp 5.000," ucapnya.

Hendri menyebutkan, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Oleh karena itu, keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah tersebut.

"Iya keluarga sudah menerima dengan ikhlas dan menolak otopsi. Jenazah saat ini telah diserahkan untuk proses pemulasaraan dan pemakaman," pungkasnya.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads