Banjir bandang kembali menerjang jalur nasional Sukabumi-Cianjur, tepatnya di Kampung Cimangkok, Desa Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, Jumat (17/4/2026) sore. Air deras meluap ke badan jalan usai hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Luapan air yang membawa material lumpur dan debris sempat mengganggu arus lalu lintas di kilometer 11 jalur nasional tersebut. Lokasi ini disebut sebagai titik langganan banjir bandang saat hujan deras turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sukalarang BPBD Kabupaten Sukabumi Dindin mengatakan banjir dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama.
"Selain hujan deras, kondisi saluran air yang kecil juga membuat air tidak tertampung, sehingga meluap ke jalan," kata Dindin kepada detikJabar, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, faktor lain yang memperparah kondisi adalah alih fungsi lahan di sekitar hulu. Lahan yang sebelumnya berfungsi sebagai daerah resapan air kini banyak dimanfaatkan untuk pertanian sayuran.
"Alih fungsi lahan ini membuat daya serap air berkurang, sehingga air hujan langsung mengalir deras ke jalan," ujarnya.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, pengguna jalan menjadi pihak yang paling terdampak akibat genangan dan arus air yang cukup deras.
Petugas gabungan dari P2BK, aparat kecamatan, TNI-Polri, hingga relawan langsung turun ke lokasi untuk melakukan assessment dan penanganan darurat. Setelah hujan reda, kondisi banjir berangsur surut dan arus lalu lintas kembali normal.
Sebagai langkah antisipasi, petugas merekomendasikan perbaikan infrastruktur, terutama memperbesar saluran gorong-gorong agar mampu menampung debit air saat hujan deras.
"Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan," tutupnya.
(sud/sud)