Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung berdampak signifikan. Sebanyak 326 rumah di Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung dilaporkan kebanjiran beberapa waktu lalu.
Berdasarkan data yang diterima detikJabar, Jumat (17/4/2026), permukiman warga yang kebanjiran berada di tiga RT Kelurahan Rancabolang. Rinciannya, 78 rumah di RT 03, 70 rumah di RT 04 dan 125 rumah di RT 05.
Kondisi ini pun sudah direspons Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Ia mengatakan, banjir tak hanya terjadi di Kelurahan Rancabolang, namun juga di Kelurahan Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk penanganan, Farhan menyatakan telah menyiapkan alat pompa untuk menguras genangan di sana. Namun masalahnya, kata dia, Pemkot Bandung masih mencari lokasi yang tepat untuk membuang genangan air tersebut.
"Kami sedang berusaha untuk melakukan pemompaan, tapi problemnya memang membuang pompanya itu enggak bisa ke Sungai Cipamokolan, kejauhan. Jadi kita sedang menunggu surutnya Sungai Cinambo," kata Farhan.
"Sungai Cinambo masih belum surut. Kalau sudah mulai surut Insyaallah lah. Cuman kita masih menunggu juga Cinambo yang ke arah selatan kan masih belum surut," ujarnya menambahkan.
Farhan mengungkapkan, Sungai Cinambo punya aliran yang terhubung dengan Sungai Citarum. Karena sungai tersebut tak kunjung surut, Pemkot Bandung tidak bisa membuang air ke Sungai Cipamokolan lantaran keterbatasan alat yang memafai.
"Jadi ketika Citarum meluap seperti sekarang, ya otomatis Cinambo juga enggak bisa ngebuang. Yang bisa kita harapkan Cipamokolan. Tetapi Cipamokolan itu jaraknya terlalu jauh baik dari Kelurahan Darwati maupun dari Kelurahan Rancabolang. Nah, kita enggak punya pipa dan pompa yang bisa sejauh itu," ungkapnya.
Alihkan MBG untuk Warga Terdampak Banjir
Sebagai solusi jangka pendek, Farhan sudah meminta agar program MBG disiapkan untuk warga terdampak banjir. Dapur umum juga sudah dibangun, termasuk perahu karet yang disiagakan untuk menunjang aktivitas warga sekitar.
"Apa boleh buat. Jadinya yang kita lakukan sekarang adalah penanganan bencana. Kita sudah membuat dapur umum, kita sudah menyediakan perahu karet, Puskesmas standby, semuanya siap sedia untuk menghadapi hal-hal yang sifatnya kedaruratan," tuturnua.
"Sementara itu suplai makanan kita berikan sehari satu kali setiap malam. Karena untuk makan pagi dan makan siang sudah dibantu oleh MBG. Jadi sebagian untuk warga, sebagian untuk siswa. Membantu, lah, Alhamdulillah di dua lokasi itu yah," katanya menambahkan.
Hingga tadi pagi, Farhan melaporkan kedua kelurahan tersebut masih dilanda banjir. Adapun ketinggian banjir menurutnya bisa mencapai 50 sentimeter.
"Masih, sampai semalam masih ada genangan, genangan masih tinggi sekitar 50 sentimeteran. Jadi yang kita sangat berharap bahwa cuaca selama akhir pekan ini akan melandai ya," pungkasnya.
(ral/yum)
