Buntut Siswa Ejek Guru di Purwakarta, Disdik Jabar Evaluasi Aturan HP

Buntut Siswa Ejek Guru di Purwakarta, Disdik Jabar Evaluasi Aturan HP

Bima Bagaskara - detikJabar
Sabtu, 18 Apr 2026 18:53 WIB
Ilustrasi hoaks di HP
Ilustrasi HP (Foto: Getty Images/Georgijevic)
Bandung -

Peristiwa memprihatinkan kembali mencoreng dunia pendidikan. Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sejumlah siswa menunjukkan sikap tidak pantas terhadap seorang guru di dalam ruang kelas.

Dalam rekaman tersebut, para siswa terlihat mengejek hingga melakukan gestur yang dinilai melecehkan sosok yang seharusnya dihormati. Informasi yang dihimpun, kejadian itu terjadi di SMAN 1 Purwakarta dan memicu kecaman luas dari masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyoroti perubahan lingkungan tumbuh kembang anak, terutama dengan hadirnya ruang digital yang kini tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

"Bahwa anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang berbeda dengan dulu, maka saya mengimbau cara pendekatan dari orang tua, sekolah dalam mendidik anak-anaknya agar waspada betul," ujar Purwanto, Sabtu (18/4/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Purwanto, proses pendidikan saat ini tidak lagi hanya berlangsung di ruang kelas. Peran keluarga dan lingkungan digital menjadi faktor penting dalam membentuk karakter siswa.

"Karena anak tumbuh tidak hanya di ruang sekolah sekarang, di ruang kelas, tapi juga di ruang digital, di lingkungan rumahnya bagaimana perhatian orang tua, bagaimana proses pembelajaran di sekolah," katanya.

Ia menegaskan, peristiwa ini harus menjadi bahan refleksi bersama, tidak hanya bagi sekolah tempat kejadian, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

"Ini menjadi bahan refleksi bukan hanya untuk SMAN 1 tapi untuk semua sekolah dan orang tua, termasuk kita di tingkat pengambil kebijakan," tegasnya.

Sebagai langkah penanganan, Disdik Jabar mendorong pendekatan pembinaan karakter terhadap para siswa yang terlibat. Menurutnya, sanksi harus diarahkan untuk membentuk empati dan kedisiplinan.

"Iya anak-anak dilakukan pembinaan karakter, itu bisa dilatih lewat empati, disiplin dan disesuaikan dengan perkembangan mereka," jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolah untuk menentukan langkah lanjutan sesuai prinsip pendidikan yang diarahkan pemerintah daerah.

"Kita akan sampaikan ke kepala sekolah dan mudah-mudahan ada langkah-langkah yang bisa dilakukan berdasarkan arahan gubernur dalam prinsip-prinsip pendidikan," ujarnya.

Lebih jauh, Purwanto menyoroti penggunaan gawai yang dinilai perlu dievaluasi secara serius di lingkungan sekolah. Ia menyebut, penggunaan ponsel dapat memicu ekspresi spontan siswa yang mencerminkan karakter mereka.

"Menunggu dulu akar masalahnya apa sih, apakah anak ini pegang hape terus joget-joget gitu atau apa. Makanya termasuk penggunaan ponsel saya minta evaluasi sekolah-sekolah, kalau orang pegang ponsel kadang spontan anak itu mengekspresikan alam bawah sadar dia dan itu refleksi dari karakter mereka," pungkasnya.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads