Upaya Mengungkap Penyebab Luka Bakar di Tubuh Bocah Tasikmalaya

Upaya Mengungkap Penyebab Luka Bakar di Tubuh Bocah Tasikmalaya

Deden Rahadian - detikJabar
Rabu, 22 Apr 2026 10:30 WIB
Polisi olah TKP soal kasus bocah Tasikmalaya alami luka bakar.
Polisi olah TKP soal kasus bocah Tasikmalaya alami luka bakar. Foto: Deden Rahadian/detikJabar
Tasikmalaya -

Peristiwa tragis menimpa seorang bocah berusia 8 tahun asal Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Siswa kelas 3 SD ini mengalami luka bakar serius di hampir sekujur tubuhnya. Ia sempat bermain meriam bambu bersama empat teman sebayanya pada akhir Maret lalu.

Orang tua merasakan kejanggalan setelah hampir sebulan anaknya tergolek tak berdaya. Korban sempat mengaku disiram bahan bakar bensin dari belakang oleh temannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya bersama KPAI mau laporan di Polres Tasikmalaya. Supaya penyebab anak saya terbakar jadi terang benderang," kata E, ibu kandung korban.

Pascalaporan tersebut, polisi dari Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya langsung bergerak cepat. Petugas mendatangi lokasi kejadian. Selain olah tempat kejadian perkara, polisi meminta keterangan sejumlah saksi.

ADVERTISEMENT

"Tentu setelah kami menerima laporan, polisi langsung ke lokasi kejadian. Kita olah TKP mencari alat bukti dan berkomunikasi dengan sejumlah pihak," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Aiptu Josner Ringgo kepada detikJabar, Rabu (22/4/2026).

Lokasi kejadian berada tak jauh dari jalan dan masih dalam areal permukiman. Lahan kosong ini sudah dipasang pagar bambu. Di pinggir lahan terdapat saluran irigasi kecil yang digunakan korban untuk memadamkan api dengan cara menceburkan diri.

"Lokasi memang sudah ditutup bambu, masih dekat dari rumah rumah warga," kata Josner.

Josner menambahkan, anggota tengah mengumpulkan bukti termasuk komunikasi dengan korban dan temannya. Namun, kondisi korban yang masih lemah belum mampu berkomunikasi secara maksimal. Sementara itu, teman sebaya korban masih didekati secara persuasif.

"Korban sudah kami datangi, kondisinya belum memungkinkan untuk kami ajak komunikasi maksimal. Jadi kami coba mengumpulkan alat bukti dari lokasi dulu," kata Josner.

Sejumlah saksi menuturkan, korban bersama empat temannya diketahui bermain meriam. Namun, bukan meriam dari bambu, melainkan dari botol plastik kemasan yang dimodifikasi.

"Ada keterangan beberapa saksi jadi meriamnya bukan bambu tapi modifikasi botol plastik. Lagi, lagi kami tengah cari buktinya. Termasuk cari botol air mineral yang digunakan beli bahan bakar. Kita tentu harus validasi semua ini dengan keterangan saksi lain dan bukti dilapangan," kata Josner.

Sejauh ini, polisi baru mengamankan pakaian dan celana korban sebagai barang bukti.

"Kami baru amankan pakaian dan celana korban," ungkap Josner.

Rencananya, orang tua teman sebaya korban akan dikumpulkan di rumah ramah anak untuk dimintai keterangan. Polisi akan tetap mengedepankan hak anak dalam penyelidikan kasus ini.

"Kita kordinasi dan kolaborasi dengan lembaga anak, KPAI, UPTD PPA dan tentu pemerintah setempat," pungkas Josner.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads