Mengenal Bahaya Ular Weling yang Renggut Nyawa Bocah Tasikmalaya

Mengenal Bahaya Ular Weling yang Renggut Nyawa Bocah Tasikmalaya

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 23 Apr 2026 11:42 WIB
Penanganan anak yang dipatuk ular di Tasikmalaya
Infografis Ciri-ciri Ular Weling (Foto: Visual infografis diolah menggunakan NotebookLM)
Tasikmalaya -

Suasana haru menyelimuti Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Tasikmalaya, saat ratusan warga mengantarkan DK (12) ke tempat peristirahatan terakhirnya pada Rabu malam (22/4).

Bocah malang tersebut mengembuskan napas terakhir setelah berjuang selama 25 hari melawan efek mematikan dari gigitan ular weling yang menyelinap ke dalam rumahnya. Peristiwa ini menjadi alarm bahwa ular Bungarus candidus yang sering ditemukan di sekitar pemukiman warga sangat berbahaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kronologi Tragedi di Keheningan Malam

Peristiwa memilukan ini bermula pada bulan Maret lalu, saat DK tengah tertidur lelap di lantai rumahnya.

  • Insiden Saat Tidur: DK dipatuk ular weling saat sedang tidur bersama ibunya di lantai rumah.
  • Identitas Satwa: Ular yang menggigit korban diperkirakan memiliki panjang 1,5 meter dengan ketebalan tubuh sebesar jempol kaki.
  • Nasib Ular: Warga sekitar berhasil menangkap dan mematikan ular tersebut sesaat setelah kejadian.

"Sudah ditangkap warga dan dipukul sampai mati," kata Andis Kuswara, ayah DK.

ADVERTISEMENT

Perjuangan Medis dan Harapan yang Pupus

Penanganan anak yang dipatuk ular di TasikmalayaPenanganan anak yang dipatuk ular weling di Tasikmalaya. (Foto: Istimewa)

Selama hampir sebulan, keluarga dan tim medis berupaya keras menyelamatkan nyawa DK di dua rumah sakit yang berbeda.

  • Rujukan Rumah Sakit: Awalnya korban dirawat di RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya sebelum akhirnya dirujuk ke sebuah rumah sakit swasta di Bandung untuk perawatan intensif.
  • Sempat Membaik: Pada Senin (20/4) dan Selasa (21/4), kondisi DK dilaporkan menunjukkan tanda-tahun perbaikan yang signifikan.

"Senin dan Selasa sempat membaik, bahkan minta pulang ke Tasik," kenang Andis.

  • Detik-Detik Terakhir: Kondisi DK tiba-tiba menurun drastis pada Rabu pagi hingga akhirnya ia dinyatakan meninggal dunia. Penantian selama 25 hari tersebut berakhir duka dengan permintaan maaf tulus dari sang ayah.

"Total 25 hari dirawat. Maafkan anak saya," ucap Andis.

Mengenal Karakteristik Mematikan Ular Weling

Ular weling (Bungarus candidus) merupakan salah satu reptil paling berbisa di Indonesia yang memiliki ciri khas unik namun mematikan.

  1. Pola Visual: Tubuhnya dihiasi pola belang hitam dan putih berselang-seling dengan bagian perut berwarna putih.
  2. Sifat Nokturnal: Ular ini aktif mencari mangsa pada malam hari dan cenderung bersembunyi di tempat lembap atau dekat pemukiman pada siang hari.
  3. Bisa Neurotoksin: Racun ular weling bersifat menyerang sistem saraf, yang dapat menyebabkan kelumpuhan otot progresif hingga gagal napas.
  4. Gejala Klinis: Korban gigitan biasanya mengalami kelopak mata terkulai (ptosis), kesulitan berbicara, hingga hilangnya kesadaran jika tidak segera ditangani.
Ilustrasi ular welingUlar weling (Foto: dok. Laman Thai National Parks)

Panduan Pertolongan Pertama: Apa yang Harus Dilakukan?

Kesalahan dalam penanganan awal gigitan ular weling dapat berakibat fatal karena bisa menyebar cepat melalui sistem limfatik.

  1. Imobilisasi Total: Bagian tubuh yang digigit harus dibuat tidak bergerak sama sekali menggunakan bidai atau kayu untuk memperlambat penyebaran bisa.
  2. Evakuasi Medis: Segera bawa korban ke fasilitas kesehatan yang memiliki persediaan antivenom dan alat bantu pernapasan mekanis.
  3. Larangan Keras: Sangat dilarang untuk menyedot bisa, menyayat luka, mengikat terlalu kencang (torniket), atau memberikan kompres es pada area gigitan.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ini.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami atas nama pribadi dan pemerintah turut berbela sungkawa. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ucap Asep.




(bbp/bbp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads