Setiap tanggal 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internasional. Momentum ini kerap dimanfaatkan oleh para buruh, termasuk di Indonesia, untuk menyuarakan aspirasi demi peningkatan kesejahteraan.
Menjelang peringatan tersebut, Polda Jawa Barat mengeluarkan imbauan kepada seluruh elemen buruh dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Hal ini berkaitan dengan potensi adanya penyusupan oleh kelompok tertentu yang dapat memicu tindakan anarkis di tengah massa aksi.
"Langkah antisipasi ini diambil demi memastikan agar penyampaian aspirasi para pekerja tidak terganggu oleh tindakan provokasi yang dapat merugikan kepentingan umum," kata Kabid Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, Senin (27/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendra menegaskan, pihak kepolisian berkomitmen untuk mengawal jalannya demokrasi. Namun, ia mengingatkan bahwa dalam setiap aksi dengan jumlah massa besar, selalu ada risiko masuknya pihak ketiga yang tidak berkepentingan, tetapi berupaya menciptakan kerusuhan.
"Oleh karena itu, pengawasan di berbagai titik strategis akan diperketat guna mengidentifikasi pergerakan yang mencurigakan sejak dini," ungkapnya.
Ia juga mengimbau para koordinator aksi untuk memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan di lapangan. Para pimpinan serikat buruh diminta lebih cermat dalam memantau barisan massa masing-masing.
"Jika ditemukan individu yang mencoba memancing keributan atau melakukan perusakan fasilitas publik, diharapkan segera melapor kepada petugas keamanan agar tindakan preventif dapat segera diambil secara cepat dan tepat," ujarnya.
Selain menjaga keamanan selama aksi, kepolisian memastikan aktivitas masyarakat umum tetap berjalan. Berbagai skema pengamanan dan rekayasa lalu lintas telah disiapkan secara situasional guna mengantisipasi kemacetan, khususnya di pusat kota.
"Hal ini dilakukan agar hak para buruh dalam menyuarakan pendapat dan hak masyarakat umum untuk tetap beraktivitas dapat berjalan secara selaras dan seimbang tanpa adanya gesekan fisik," tuturnya.
"Jaga situasi agar tetap kondusif, terutama guna menghindari potensi gesekan, Polisi dan TNI dibenturkan dengan buruh serta masyarakat," tambahnya.
Hendra menegaskan, tindakan tegas akan diambil terhadap siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum atau aksi anarkis. Ia berharap peringatan May Day tahun ini dapat berlangsung damai dan bermartabat.
"Dengan kewaspadaan bersama, diharapkan stabilitas keamanan di wilayah Jawa Barat tetap terjaga kondusif serta memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.
(wip/dir)
