Pintu yang Belum Dibuka Lebar untuk Penyewa Rumah Viral 'Terbengkalai'

Pintu yang Belum Dibuka Lebar untuk Penyewa Rumah Viral 'Terbengkalai'

Rifat Alhamidi - detikJabar
Senin, 27 Apr 2026 18:00 WIB
Rumah terbengkalai di Jalan Wastukencana, Kota Bandung
Rumah terbengkalai di Jalan Wastukencana, Kota Bandung (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Jalan Wastukencana, Kota Bandung, kini sedang punya cerita. Di sana, ada rumah yang terbengkalai dan dipenuhi semak belukar, dengan narasi dari warganet yang ternyata salah sasaran.

Bagaimana tidak, publik menghubung-hubungkan rumah tersebut dengan sosok seorang dokter dermawan yang sudah lama meningal dunia yaitu dokter Johan Somali. Sosoknya begitu terkenal sehingga memunculkan julukan 'dokter cepek' hingga 'dokter seribu perak' karena tak pernah mematok tarif kepada pasiennya.

Namun, narasi itu justru salah alamat. Semasa hidupnya, dokter Somali tak pernah menempati rumah tersebut, dan punya tempat tinggal di Jalan Purnawarman nomor 1, tepat di depan Tugu Sister City di ujung pertigaan jalan selepas Bandung Elektronik Center (BEC).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang sebenarnya, rumah itu dulunya ditempati keluarga Yasin Halim, sosok yang telah lama meningal dunia. Kemudian rumah satunya yang sama-sama terbengkalai, diketahui milik adik mendiang Yasin.

ADVERTISEMENT

Selain semak belukar, kenangan yang tersisa di rumah terbengkalai itu pun kini hanya keberadaan mobil Honda Accord Prestige tahun 86 berwarna coklat yang setia terparkir di halaman. Sebab ternyata, banyak pihak yang mencoba untuk mengontrak rumah tersebut namun belum dibukakan pintu lebar oleh pemiliknya.

Hari Saputra, salah seorang warga sekitar bercerita bahwa sejak awal 2026, ada dua rekannya yang tertarik untuk mengontrak rumah tersebut. Rekannya yang pertama saat itu berniat untuk menyulap bangunan itu menjadi kantor partai politik.

Alhasil, Hari kemudian mengkomunikasikan niat rekannya itu ke salah seorang keluarga Yasin Halim yang bernama Rudi. Sayang, keinginan tersebut langsung mendapat penolakan dari yang bersangkutan.

"Karena Pak Rudi itu udah bilang ke saya, sok kalau mau mah itu kontrakin aja. Terus kan ada yang berminat mau dibikin kantor partai, saya udah bilangin harus renovasi total. Karena enggak bisa dipake, cuma depannya doang yang dikit renovasi, kalau dalemnya mah enggak bisa dipake," kata Hari belum lama ini.

"Saya kontak lah si Pak Rudi-nya, kalau oke, saya ketemuin. Pak Rudi nanya, mau dibikin apa, saya bilang mau dipake kantor partai, ulah lah. Awal tahun itu yang mau ngontraknya, yaudah, akhirnya cancel," ucapnya menambahkan.

Hari sendiri merupakan warga sekitar yang pernah berinteraksi langsung dengan penghuni rumah adik Yasin Halim. Interaksi itu kemudian membawa hubungan perkawanan dengan anak penghuni rumah yang kini telah meninggal dunia.

Beberapa waktu kemudian, rekan Hari yang lain kembali menghubunginya. Orang tersebut saat itu tertarik menyewa rumah tersebut untuk dibuat menjadi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sayang, komunikasi Hari dengan Rudi kembali tidak menemui titik terang. Rudi menurut pengakuan Hari, justru tak merespons tawaran tersebut meski ia sudah menjelaskan panjang lebar.

"Terus enggak lama, dateng lagi ada yang mau dibikin SPPG. Luas banget soalnya, strategis juga tempatnya. Eh not responding akhirnya. Saya juga bingung ini orang maunya gimana," kelakar Hari.

Rumah itu sendiri memang masih sering dipantau meski sudah lama terbengkalai. Keberadaannya jelas jadi pembeda di sekitar Jalan Wastukencana karena bergaya mirip dengan bangunan Zaman Kolonial.

Namun, selaku warga sekitar, Hari pun ikut menyayangkan bangunan itu kini ditinggalkan begitu saja. Sebab sepengetahuannya, banyak pihak yang telah menawar untuk dikontrakan, namun si pemiliknya tidak membukakan pintu lebar-lebar.

"Kan sayang terbengkalai, dari pada dipake aktivitas yang aneh-aneh, kan pernah di situ ada yang uji nyali gitu, kang. Padahal rekanan saya beberapa kali ada yang nawar mau ngontrak, tapi belum dikasih sama orangnya," pungkasnya.




(ral/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads