Perjalanan M Qodari: Dari Peneliti ke Kursi Strategis Istana

Kabar Nasional

Perjalanan M Qodari: Dari Peneliti ke Kursi Strategis Istana

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 27 Apr 2026 17:58 WIB
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menerima kunjungan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI, Muhammad Qodari
Muhammad Qodari (Foto: Mutiara Helia Praditha/BeritaKlik)
Bandung -

Suasana khidmat menyelimuti Istana Negara, Jakarta, pada Senin sore, 27 April 2026, saat Presiden Prabowo Subianto resmi melantik sejumlah pejabat baru. Salah satu nama yang mencuri perhatian publik adalah Muhammad Qodari, yang kini dipercaya mengemban posisi strategis sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom).

Langkah ini menandai pergeseran peran bagi sosok yang sebelumnya dikenal luas sebagai analis politik dan peneliti kawakan tersebut di jajaran Kabinet Merah Putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prosesi Pelantikan dan Formasi Baru Istana

Pelantikan ini merupakan bagian dari penyegaran struktur pemerintahan untuk membangun sinergi komunikasi yang lebih transparan antara negara dan masyarakat.

  • Momentum Sumpah: M Qodari mengucap sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo, menyatakan kesetiaan pada UUD 1945 dan komitmen untuk menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab.
  • Saksi Pejabat Tinggi: Seremoni ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting negara, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR Ahmad Muzani, dan jajaran menteri koordinator.
  • Transisi Jabatan: Penunjukan Qodari sebagai Kepala Bakom dilakukan untuk menggantikan posisi yang sebelumnya ditempati oleh Angga Raka Prabowo.

Akar Pendidikan dan Rekam Jejak Akademik

Kapasitas Qodari dalam bidang perilaku sosial dan politik didukung oleh latar belakang pendidikan yang kuat dari berbagai universitas ternama.

ADVERTISEMENT
  • Pendidikan Sarjana: Ia menyelesaikan studi S1 di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada tahun 1997.
  • Gelar Magister: Melanjutkan pendidikan di University of Essex, Inggris, ia meraih gelar Master pada tahun 2002 dengan spesialisasi political behaviour.
  • Gelar Doktor: Pada tahun 2016, Qodari meraih gelar S3 dari Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan predikat sangat memuaskan melalui disertasi tentang dinamika pemilu legislatif dan presiden di Indonesia.
Kepala Kantor Staf Presiden Muhammad QodariMuhammad Qodari (Foto: A Reiza Pahlevi/BeritaKlik)

Transformasi Karir: Dari Dunia Riset ke Birokrasi

Sebelum masuk ke pemerintahan, Qodari telah lama malang melintang sebagai peneliti dan pengamat politik yang sering muncul di berbagai media nasional.

  • Dunia Riset: Ia mengawali karir di Institut Studi Arus Informasi (ISAI) dan CSIS, sebelum akhirnya mendirikan lembaga riset independen Indo Barometer pada tahun 2006.
  • Kepemimpinan di KSP: Karir birokrasinya dimulai saat ditunjuk sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan pada 20 Oktober 2024, yang kemudian naik menjadi Kepala Staf Kepresidenan pada September 2025.

Transparansi Aset dan Harta Kekayaan

Sebagai pejabat negara, Qodari juga tercatat melaporkan harta kekayaannya secara berkala sesuai dengan prinsip keterbukaan informasi.

  • Total Kekayaan: Berdasarkan laporan e-LHKPN per 19 Januari 2025, total harta kekayaan bersihnya mencapai Rp 261.937.383.652.
  • Rincian Aset: Aset terbesarnya berupa tanah dan bangunan senilai Rp 182,7 miliar, serta kas dan setara kas yang mencapai Rp 70,7 miliar.

Tugas Baru dan Tantangan Narasi Pemerintah

Penempatan Qodari di Badan Komunikasi Pemerintah membawa harapan baru bagi pola diseminasi kebijakan negara agar lebih mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat.

  • Fungsi Bakom: Di posisi baru ini, ia bertanggung jawab untuk memastikan pesan-pesan strategis pemerintah tersampaikan secara jelas dan meminimalisir distorsi informasi di ruang publik.
  • Tanggung Jawab Besar: Menanggapi tugas barunya, Qodari sempat menyatakan bahwa beban tanggung jawab yang ia pikul kini semakin berat seiring dengan tugas komunikasi yang kian kompleks.



(bbp/bbp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads