Niat Urus Akta Lahir, Ibu di KBB Ditolak MPP Berujung Dibereskan Calo

Niat Urus Akta Lahir, Ibu di KBB Ditolak MPP Berujung Dibereskan Calo

Whisnu Pradana - detikJabar
Rabu, 29 Apr 2026 21:11 WIB
Bupati Jeje Sidak pelayanan di MPP yang Bikin warga Nyaris Gagal Bikin akta kelahiran
Bupati Jeje Sidak pelayanan di MPP yang Bikin warga Nyaris Gagal Bikin akta kelahiran (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung -

Siti Bariyah, seorang ibu muda asal Desa Cibitung, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibikin kecewa oleh pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) saat hendak membuat akta kelahiran sang anak.

Menempuh perjalanan dua jam dari pelosok ke Kantor Pemda KBB, wanita 25 tahun yang datang ditemani suaminya itu nyaris gagal membuat akta kelahiran di gerai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) pada Senin (27/4/2026).

Ia sudah datang sejak pagi dengan harapan bisa menyelesaikan pengurusan akta kelahiran dan KIA dalam sekali jalan. Namun saat gilirannya tiba setelah menerima nomor antrean, ternyata permohonannya ditolak dengan alasan kuota sudah penuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya jauh-jauh dari Cibitung, 2 jam ke Pemda KBB. Saya datang jam 9 pagi, tapi diminta menunggu sampai siang. Pas giliran saya, dibilang sistem sudah tutup dan kuota penuh. Padahal mereka yang minta mereka saya menunggu," kata Siti saat ditemui, Rabu (29/4/2026).

Ia kemudian keluar dari MPP dengan perasaan kecewa dan kesal. Saat itu, tiba-tiba ia didatangi seorang pria yang menawarkan bantuan mengurus permohonan pembuatan akta kelahiran dan KIA untuk anaknya.

ADVERTISEMENT

"Ya ada bapak-bapak, datangi saya mungkin karena kasihan lihat saya di parkiran. Dia menawarkan bantuan, bisa bantu urus administrasi. Tapi dia menawarkan biaya Rp200 ribu, saya tawar jadi Rp160 ribu. Ternyata sama calo bisa, langsung selesai," ujar Siti.

Siti kemudian mencurahkan apa yang dialaminya di media sosial. Unggahannya seketika viral dan langsung menuai beragam reaksi. Kebanyakan mengecam buruknya pelayanan dasar bagi masyarakat di KBB.

"Saya harap ada perbaikan, kalau bisa pelayanan lebih dekat. Misalnya mengurus KIA cukup ke desa atau kecamatan saja. Kasihan warga yang jauh seperti saya," kata Siti.

Bupati Jeje Berang Ada Calo, Ancam Pecat ASN

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail berang dengan viralnya kabar tersebut. Ia langsung menyidak pelayanan di MPP buntut buruknya pelayanan dan praktik percaloan di lingkungan Pemda KBB.

"Jadi hari ini saya ketemu langsung dengan Bu Siti sekaligus mengecek bagaimana pelayanan di MPP KBB ini. Memang ada miskomunikasi juga, tapi di sisi lain ini juga jadi bahan evaluasi buat kami," kata Jeje.

Jeje menitahkan kepala dinas mengecek langsung siapa ASN yang kongkalikong dengan calo. Ia mengultimatum akan memecat ASN tersebut dan ASN lainnya yang mempermainkan masyarakat serta melakukan praktik percaloan.

"Ingat kata-kata saya, tidak boleh ada lagi yang seperti ini di KBB. ASN yang terlibat praktik percaloan akan saya pecat. Saya akan cari juga calonya siapa. Jangan sampai hal seperti ini merugikan masyarakat, kasihan mereka sudah jauh-jauh kesini ," kata Jeje.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads