Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida merasa tidak dilibatkan dalam proses rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemkot Cirebon. Kondisi ini dinilai mencerminkan belum solidnya hubungan kerja serta belum optimalnya komunikasi antara Wali Kota Cirebon Effendi Edo dengan wakilnya.
PKB sebagai salah satu partai pengusung turut menyoroti situasi tersebut, terutama pascapelaksanaan rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan pemerintah daerah. Ketua DPC PKB Kota Cirebon Syaifurrohman mengatakan pihaknya merespons kondisi yang berkembang di pemerintahan.
"Pada prinsipnya hari ini mengapa kita hadir, pertama terkait dengan situasi dan kondisi di Cirebon pascarotasi dan mutasi di pemerintahan daerah," kata Syaifurrohman, Selasa (5/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, PKB ingin mendorong agar komunikasi antarpimpinan daerah berjalan lebih baik demi kelancaran roda pemerintahan di Kota Cirebon. "PKB hanya bisa mengingatkan kondusivitas bagaimana pemerintahan daerah ini bisa berjalan dengan baik dengan komunikasi yang baik," ujarnya.
Menurut Syaifurrohman, jika ada persoalan antara wali kota Cirebon dengan wakilnya, sebaiknya bisa diselesaikan melalui dialog langsung. "Kita hanya mengingatkan harus diselesaikan di satu meja. Karena dengan komunikasi yang baik, dengan masalah yang memang belum selesai dikomunikasikan, PKB berharap ini ada satu kesepakatan dan kesepahaman yang sama untuk bagaimana membangun Kota Cirebon," katanya.
Syaifurrohman menilai, meski rotasi mutasi merupakan kewenangan wali kota, komunikasi tetap menjadi kunci untuk menjaga keharmonisan. "Kalau dari sisi kewenangan, memang semuanya prerogatif dari wali kota," ucapnya.
PKB, lanjut dia, siap menjadi mediator untuk mempertemukan keduanya. "PKB siap memediasi di antara mereka, untuk membangun komunikasi itu," katanya.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida mengaku tidak pernah diajak berdiskusi maupun dilibatkan dalam proses rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Pemkot Cirebon.
"Dan selama ini pun saya tidak dilibatkan, tidak diajak diskusi ataupun berembuk, tidak diajak komunikasi tentang rotasi mutasi. Saya tidak pernah ikut campur dan ya tidak dilibatkan," ujarnya.
Ia juga mengaku tidak mengetahui informasi terkait posisi jabatan maupun kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Pemkot Cirebon.
"Tidak tahu, tidak tahu di mana posisi kekosongan, di mana yang sudah terisi. Ini tidak pernah ada informasi sedikitpun ke saya," katanya.
Terkait ketidakhadirannya dalam agenda rotasi mutasi, Siti Farida menyebut dirinya telah menerima undangan, namun berhalangan hadir.
"Dan memang saya nggak hadir ya karena dapat undangan itu jam berapa dan melalui WA, WA-nya baru saya buka dan ternyata undangan untuk hari itu. Nah, saya berhalangan hadir," pungkasnya.
Sebagai informasi, rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemkot Cirebon digelar pada Senin (4/5/2026) di Lapangan Upacara Setda Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon.
Pada agenda tersebut, Wali Kota Effendi Edo melantik sejumlah pejabat dan mengambil sumpah jabatan sebagai bagian dari penyegaran organisasi serta pengisian posisi di lingkungan pemerintahan.
Menanggapi ketidakhadiran Wakil Wali Kota Siti Farida dalam pelantikan itu, Effendi Edo mengatakan pihaknya telah menyampaikan undangan. Ia juga menyebut komunikasi dengan wakilnya tetap berjalan.
"Ibu Farida sudah diundang, namun mungkin ada kegiatan lain jadi beliau tidak bisa hadir. Komunikasi jalan. Sudah diundang," kata Edo.
"Intinya sudah dari awal pada saat pembahasan sampai dengan pelantikan sudah ada undangannya," sambung dia.
(sud/sud)
