Masalah serius kini sedang dialami layanan panggilan kedaruratan di Kota Bandung. Layanan yang seharusnya digunakan untuk menolong seseorang dalam situasi darurat, justru banyak disalahgunakan orang-orang yang tak bertanggung jawab.
Bagaimana tidak, dalam kurun waktu 2-3 bulan terakhir, muncul fenomena penelepon jahil ke layanan kedaruratan melalui nomor 119, 112, maupun di nomor 0811-2442-119. Orang-orang iseng ini kerap mempermainkan para petugas yang seharusnya memiliki waktu sangat terbatas untuk menolong warga yang membutuhkan penanganan di lapangan.
Fenomena ini dibeberkan langsung oleh Kepala Public Safety Center (PSC) Dinkes Kota Bandung, Eka Anugrah. Praktis, selama momen itu terjadi, petugas kerap dibuat kelimpungan lantaran harus memastikan apakah panggilan kedaruratan itu asli atau sekadar iseng semata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini yang menjadi isu juga di 2-3 bulan terakhir, kesadaran bagi masyarakat-masyarakat yang iseng nelpon ke 119. Pas ditelpon, kemudian diangkat oleh kami, tidak ada suaranya. Kalaupun ada suaranya, ngobrol enggak jelas. Atau kalaupun ada suaranya, cekikikan enggak jelas," katanya, Kamis (7/5/2026).
Ironisnya, panggilan iseng pada April lalu tercatat mencapai 200-an. Eka mengedukasi masyarakat agar lebih bijak mengakses layanan kedaruratan karena berpotensi menghambat pertolongan terhadap warga yang benar-benar membutuhkan.
"Kemarin bulan April saya mencatat ada kisaran 200 panggilan iseng. Ini juga mudah-mudahan bisa menyampaikan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam mengakses layanan kegawatdaruratan," ungkapnya.
"Entah itu layanan ambulan 119 ataupun layanan 112. Karena kalau misalkan layanan ini digunakan untuk iseng, kasihan nanti pada saat yang bersamaan ada kasus emergensi justru akan tertahan," ucapnya.
Selain soal telepon jahil, PSC 119 mencatat ada 3 hingga 5 panggilan setiap hari terkait kejadian kecelakaan lalu lintas. Jenis penanganan ini pun menjadi yang paling dominan sepanjang tahun ini.
"Januari sampai dengan Mei itu panggilan terbanyak yang pertama di kegawatdaruratan untuk kecelakaan lalu lintas. Jadi tiap hari, di kota Bandung itu nyaris tidak ada hari tanpa kecelakaan lalu lintas," katanya.
Selain kecelakaan lalu lintas, permintaan pertolongan untuk kondisi medis darurat seperti serangan jantung hingga stroke juga menempati urutan atas. Berdasarkan catatan PSC, total panggilan layanan kedaruratan dalam sebulan bisa menembus angka 600 permintaan.
"Jadi per hari itu ada di kisaran 20 panggilan. Kalau dirata-ratakan dalam satu bulan, itu hampir tembus di 600 panggilan yang masuk ke 119," ungkapnya.
PSC turut mencatat peningkatan panggilan layanan kedaruratan untuk kasus percobaan bunuh diri. Pada April 2026 lalu, terdapat 6 laporan kejadian serupa yang tersebar di sejumlah titik di Kota Bandung.
"Ada 6 laporan yang masuk ke kami terkait percobaan bunuh diri yang terjadi di bulan April. Sebelum-sebelumnya juga ada, hanya kasusnya tidak terlalu tinggi. Paling dalam satu tahun itu ya di bawah 10 lah ya. Tapi di bulan kemarin itu tembus 6 kali," ujarnya.
"Dan alhamdulillah kabar baiknya, dari 6 kasus yang masuk laporannya ke kami, semuanya kami berhasil evakuasi ke rumah sakit. Ada yang ke Hasan Sadikin, ada yang ke rumah sakit jiwa, ada juga yang dibawa oleh keluarga ke psikiater. Jadi dari 6 kasus tersebut tidak ada yang meninggal di lokasi, bisa terselamatkan," tambahnya.
Bagi warga Kota Bandung yang membutuhkan layanan kedaruratan dapat menghubungi nomor 119, 112, atau melalui WhatsApp di 0811-2442-119. PSC menargetkan waktu respons (response time) maksimal 10 hingga 15 menit untuk tiba di lokasi kejadian.
"Untuk emergensi, kami ditarget oleh pimpinan agar 10 maksimal 15 menit itu dari laporan diterima sudah tiba di lokasi. Lebih cepat lebih bagus. Nanti penanganannya berdasarkan assessment di lapangan. Apakah perlu dibawa ke rumah sakit, atau cukup ditangani oleh puskesmas," pungkasnya.
Simak Video "Video Kakorlantas: Korban Tewas Kecelakaan Turun 25% saat Operasi Lilin 2025"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/mso)