Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran dengan rencana bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Urusan biaya pernikahan berujung maut di Sukabumi, Jawa Barat. Seorang pria berinisial A (24), ditemukan tewas gantung diri di tempat kerjanya, sebuah minimarket di Kecamatan Kalibunder, diduga lantaran tak kuat menanggung beban biaya perkawinan yang melambung tinggi.
Peristiwa tragis ini terungkap pada Jumat (8/5) pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Korban yang merupakan karyawan minimarket tersebut ditemukan tergantung pada tralis rolling door bagian dalam toko oleh rekan kerjanya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diduga korban melakukan gantung diri karena faktor ekonomi, yang mana korban akan melaksanakan pernikahan dan merasa terbebani oleh biaya perkawinan yang di luar kemampuan korban," ujar Kapolsek Kalibunder AKP Dodi Irawan, dalam keterangannya.
Dodi menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh saksi Ismail Mardiansyah (22). Sebelum kejadian, korban dan saksi masuk bekerja sejak Kamis (7/5) siang dan menginap berdua di dalam toko.
Keduanya sempat berkomunikasi normal pada malam hari sekitar pukul 22.30 WIB. Namun, saat saksi terbangun di pagi hari, ia mendapati korban sudah tak bernyawa dengan leher terlilit tali rapia plastik berwarna coklat yang diikatkan ke bagian atas rolling door.
Pihak kepolisian bersama tim medis Puskesmas Kalibunder segera mengevakuasi korban. Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan luka lecet pada leher dan lebam mayat pada bagian kepala serta wajah. Petugas memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban.
"Penyebab kematian diduga akibat kekurangan oksigen (asfiksia)," tambah Dodi.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa satu rol tali rapia hitam, ponsel, jaket, dan celana panjang milik korban. Jenazah pria tersebut kini sudah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan menolak dilakukan autopsi.
"Pihak keluarga korban sepakat menolak untuk dilakukan tindakan autopsi dan sudah menandatangani surat pernyataan," pungkasnya.
(sya/dir)
