Menikmati es kopi yang menyegarkan ternyata tidak boleh dilakukan sembarangan. Kebiasaan mengonsumsinya dengan cara yang keliru dapat memicu risiko kerusakan pada gigi.
Saat ini, es kopi menjadi minuman yang digemari banyak orang, terutama ketika cuaca terasa terik. Perpaduan sensasi dingin dan cita rasa khas kopi membuatnya sulit untuk dihindari.
Tak sedikit orang menyeruputnya sambil beraktivitas, bahkan menikmatinya secara perlahan dalam durasi yang cukup lama. Mengutip Unilad (27/4/2026), kebiasaan tersebut ternyata menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr Deepa Chopra, selaku doktr didi dari Whites Dental, menjelaskan bahwa es kopi dapat memberikan dampak buruk pada gigi. Terutama jika diminum secara perlahan dalam waktu lama.
Kebiasaan menyeruput sedikit demi sedikit ternyata menjadi faktor utama yang memperparah kerusakan gigi. Secara alami, kopi memiliki sifat asam yang dapat melemahkan enamel, yaitu lapisan pelindung terluar gigi.
Ketika enamel ini terus-menerus terpapar asam, perlahan ia akan terkikis. Efeknya semakin buruk jika kopi yang diminum mengandung tambahan gula, sirup, atau perasa lain.
Baca juga: Dari Si Jalak Harupat 110 UMKM Berjaya |
Kombinasi antara asam dan gula menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang dan menghasilkan asam tambahan yang merusak gigi. Menurut Dr Chopra, masalah terbesar dari es kopi adalah durasi konsumsi.
Berbeda dengan kopi panas yang biasanya diminum dalam waktu singkat. Es kopi cenderung dikonsumsi lebih lama, bahkan bisa berjam-jam.
Lebih mengkhawatirkan lagi, kerusakan enamel bersifat permanen. Ketika lapisan ini sudah terkikis, tubuh tidak dapat memperbaikinya secara alami.
Akibatnya, gigi menjadi lebih sensitif, mudah berubah warna, dan rentan terhadap kerusakan lebih lanjut. Selain itu, noda dari kopi juga bisa menempel pada permukaan gigi, membuatnya terlihat kuning atau kusam.
Salah satu saran utama adalah mengonsumsi kopi dalam satu waktu, bukan menyeruputnya sepanjang hari. Selain itu, penting untuk mengurangi penggunaan gula atau sirup tambahan dalam kopi.
Artikel ini telah tayang di detikFood. Baca selengkapnya di sini.
(dfl/yum)
